Semarak Kemerdekaan, Warga Gandaria Utara Gelar Lomba Ketahanan Pangan
- 12 Agt 2026 18:47 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Selama ini tanggal 17 Agustus identik dengan lomba balap karung, makan kerupuk, ataupun panjang pinang. Namun, warga RT 11/RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, punya cara berbeda untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan. Dikutip dari Antara, warga RT 11/RW 07 menyiapkan lomba bertema ketahanan pangan melalui pengolahan sampah organik.
“Saat ini, warga sedang mempersiapkan diri untuk lomba ketahanan pangan. Mereka mulai menanam sayuran di pekarangan rumah masing-masing untuk mendukung ketahanan pangan," kata Imam Basori selaku Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara, pada Rabu 12 Agustus 2026.
Menurutnya, lomba tersebut merupakan keberlanjutan dari program Kompos Keliling (Komling) dan Komposter Mandiri (KOMA) yang dikembangkan warga untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Hasil pengolahan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai media tanam sayuran di lingkungan rumah warga.
“Ini kami sendiri yang mengadakan sebagai pemantik warga supaya membuat ketahanan pangan sendiri di rumah masing-masing,” ujar Imam.
Lomba diawali dengan pemberian satu tanaman sayur kepada setiap rumah sebagai modal awal dari pengurus RT. Kemudian warga ditantang untuk mengembangkan tanaman tersebut menjadi kebun sayur mini dengan beragam jenis tanaman pangan.
Aspek penilaian dalam lomba ini terdiri dari lima aspek penilaian, yakni improvisasi dan keanekaragaman tanaman sebesar 30 persen, kesuburan tanaman 20 persen, kerapian dan kebersihan halaman 20 persen, kreativitas dan keindahan 20 persen, serta pemanfaatan barang bekas atau konsep ramah lingkungan 10 persen.
Penilaian sekaligus pengumuman pemenang akan dilakukan pada 17 Agustus 2026 dalam acara puncak Malam Kemerdekaan RT 11/RW 07. Untuk memeriahkan kegiatan tersebut, pengurus RT turut menyiapkan hadiah berupa sepeda bagi juara pertama, air fryer bagi juara dua, dan voucher belanja senilai lima ratus ribu rupiah bagi juara tiga.
Imam dan warga setempat berharap lomba tersebut dapat menjadi awal dari kebiasaan mengolah sampah organik sekaligus mempercantik lingkungan. Dengan demikian, kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan memberi manfaat bagi lingkungan tempat tinggal warga.
(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....