Prakarsa Warga Rayakan Kemerdekaan lewat Seni dan Budaya di Balai Warga Ciganjur

  • 22 Agt 2026 14:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Prakarsa Warga menggelar Semarak Merdeka 2026 di Balai Warga Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat malam, 21 Agustus 2026, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 200 peserta tersebut mengangkat tema “Merawat Ruang Kota untuk Pemajuan Kebudayaan”.

Peserta yang hadir terdiri atas warga, tokoh agama dan budaya, komunitas seni, serta pengurus Prakarsa Warga se-DKI Jakarta. Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menghadiri acara tersebut, di antaranya Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanudin Ibrahim, Sekretaris Kota Jakarta Selatan Mukhlisin, Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta Abdul Khalit, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Desa Apridini, Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta Hendra Kusumah, serta Camat Jagakarsa beserta para lurah di wilayah kecamatan tersebut.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanudin Ibrahim mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan ruang publik melalui partisipasi masyarakat.

“Kami mengapresiasi Prakarsa Warga yang telah menghadirkan perayaan kemerdekaan melalui kegiatan seni dan kebudayaan di Balai Warga Ciganjur ini. Kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menghidupkan ruang-ruang publik,” kata Firmanudin.

Presidium Prakarsa Warga La Ode Basir menyatakan Balai Warga Ciganjur menunjukkan bahwa kehidupan kebudayaan dapat tumbuh dari ruang yang dekat dengan masyarakat.

“Bagi kami, merawat ruang kota berarti juga merawat kehidupan warga di dalamnya. Ketika warga punya ruang untuk bertemu, berkesenian, dan berkreasi, kebudayaan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi tumbuh sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Presidium Prakarsa Warga lainnya Lukman Hakim Piliang mengatakan Balai Warga Ciganjur telah dimanfaatkan berbagai komunitas untuk kegiatan seni dan kreativitas, mulai dari tari, gambang kromong, hingga musik kontemporer.

Menurutnya, pemanfaatan ruang publik berbasis komunitas menjadi bagian penting dalam menyongsong Jakarta menuju usia 500 tahun, sehingga perkembangan kota dapat berjalan seiring dengan kehidupan kebudayaan masyarakat.

“Kami mengapresiasi komitmen Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendukung hadirnya ruang-ruang perjumpaan seperti ini, agar pembangunan kota global tidak melupakan akar kebudayaan warganya,” kata Lukman.

Rangkaian Semarak Merdeka 2026 diisi dengan pagelaran musik dan tari, orasi budaya oleh Anggota Dewan Kesenian Jakarta Lambertus Berto Tukan, serta berbagai pertunjukan kreasi komunitas. Kegiatan ditutup dengan pemotongan Tumpeng Merah Putih sebagai simbol rasa syukur dan semangat kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....