Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan dan Rawa Badak

  • 11 Agt 2026 14:18 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Bank Jakarta meluncurkan proyek pembangunan dua unit biodigester komunal di Rusunawa Rorotan, Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara.
  • Setiap unit biodigester dirancang dengan kapasitas pengolahan hingga 250 kilogram sampah organik per hari untuk mengurangi volume sampah di TPA.
  • Groundbreaking dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, dengan kehadiran Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta dan pejabat pemerintah Jakarta Utara sebagai bentuk komitmen pengelolaan sampah berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Jakarta mulai membangun fasilitas biodigester komunal untuk mengolah sampah organik di dua lokasi Jakarta Utara, yakni Rusunawa Rorotan, Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara. Setiap unit biodigester dirancang mampu mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari.

Pembangunan fasilitas tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking di Rusunawa Rorotan, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara Edy Mulyanto, dan Camat Cilincing Daniel Azka Alfarobi.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan pembangunan biodigester komunal merupakan bagian dari kontribusi perseroan dalam penanganan sampah di Jakarta, khususnya sampah organik.

“Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Secara teknis, dua unit biodigester yang dibangun tersebut memiliki kapasitas pengolahan total hingga 500 kilogram sampah organik per hari. Sampah yang diolah akan menghasilkan biogas serta residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

“Berdasarkan kajian teknis, kedua biodigester itu diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari. Pengoperasian dua fasilitas tersebut juga diproyeksikan mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau setara 154,4 ton CO2e per tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan program antara berbagai pihak.

“Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi,” kata Arie.

Program biodigester tersebut merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta 2026. Fokusnya mencakup pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan.

Pembangunan biodigester di Jakarta Utara juga melanjutkan program Bank Jakarta di bidang pemanfaatan teknologi pengolahan limbah ramah lingkungan. Sebelumnya, Bank Jakarta mendukung pembangunan instalasi biodigester komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025.

Arie mengatakan pengalaman dari program di Pekayon menjadi bagian dari upaya Bank Jakarta memperluas pemanfaatan teknologi biodigester untuk mengolah sampah organik dari sumber.

Program tersebut juga dikaitkan dengan kontribusi Bank Jakarta terhadap sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Bank Jakarta menyatakan akan terus menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan pembiayaan dan kegiatan ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif, serta berorientasi pada keberlanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....