Realisasi Investasi Jakarta Semester I 2026 Serap Hampir 300 Ribu Tenaga Kerja
- 05 Agt 2026 19:58 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Realisasi investasi di Provinsi DKI Jakarta pada Semester I Tahun 2026 mencapai Rp173,6 triliun atau 17,2 persen dari total realisasi investasi nasional. Capaian tersebut juga berhasil menyerap sekitar 298 ribu tenaga kerja, terdiri atas lebih dari 220 ribu tenaga kerja dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan sekitar 78 ribu tenaga kerja dari Penanaman Modal Asing (PMA).
Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (UP JIC), Ezrin Kartika, mengatakan, investasi tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.
"Keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang sudah dibangun atau yang berhasil dibangun, tapi kita lihat juga dari dampak ekonominya karena investasi itu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Ezrin dalam Podcast Rabu Belajar di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026.
Ezrin menjelaskan, tingginya serapan tenaga kerja menunjukkan bahwa investasi yang masuk ke Jakarta mampu membuka peluang kerja di berbagai sektor sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional. Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus memperkuat ekosistem investasi melalui penyederhanaan perizinan, digitalisasi layanan, penyediaan data investasi, serta pendampingan investor melalui Jakarta Investment Centre (JIC).
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Jakarta.
"Pencapaian ini menunjukkan bahwa Jakarta tetap menjadi tujuan utama investasi di Indonesia. Kepercayaan investor yang terus meningkat merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif," ujar Heru.
Heru menambahkan, berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, investasi di Jakarta berasal dari PMDN sebesar Rp106,5 triliun dan PMA sebesar Rp67,1 triliun. Wilayah Jakarta Selatan masih menjadi lokasi investasi terbesar dengan nilai Rp62,7 triliun, disusul Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.
Menurut Heru, sektor Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp54,3 triliun atau 31 persen dari total investasi. Disusul sektor Jasa Lainnya sebesar Rp43,6 triliun dan Perdagangan serta Reparasi sebesar Rp28,4 triliun.
Heru menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus meningkatkan kualitas pelayanan investasi melalui penyederhanaan perizinan, digitalisasi layanan, penguatan promosi investasi, dan pendampingan investor agar Jakarta tetap menjadi destinasi investasi yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....