Perkuat Posisi Jakarta Kota Global, Pramono Dukung Penuh Event Internasional
- 15 Sep 2026 20:05 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan berskala internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Menurutnya, setiap event bertaraf internasional menjadi kesempatan untuk mempromosikan Jakarta sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan investasi.
“Hampir semua acara yang bersifat internasional di Jakarta, pemerintah daerah memberikan support dan hadir untuk memberikan kemudahan,” kata Pramono dalam konferensi pers Ye Live in Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa, 15 September 2026.
Ia memastikan dukungan terhadap konser Ye Live in Jakarta tidak hanya berupa perizinan, tetapi juga pengaturan transportasi, koordinasi lintas dinas, hingga pengamanan agar penyelenggaraan acara berlangsung lancar. Pramono bahkan meminta Dinas Perhubungan mulai menyiapkan skema transportasi untuk mengantisipasi kepadatan saat sejumlah agenda besar berlangsung bersamaan.
“Transportasi yang memudahkan bagi penonton harus dipikirkan dari sekarang agar tidak mengganggu kegiatan lain,” ujarnya.
Menurut Pramono, Jakarta mendapat kehormatan menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang dipilih sebagai lokasi konser Ye dalam rangkaian turnya tahun ini. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi Jakarta kepada wisatawan domestik dan mancanegara.
“Ini adalah momen yang sangat membanggakan. Karena konser besar, baik di Asia Tenggara maupun Oseania, dipilih ada di Jakarta. Kalau kita tidak memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya, kita sendiri yang rugi,” katanya.
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Ye Live in Jakarta 2026, termasuk Pemprov DKI Jakarta yang memberikan dukungan terhadap konser musik internasional tersebut.
Menurutnya, konser berskala dunia memiliki dampak ekonomi yang luas karena menggerakkan berbagai sektor dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Event seperti ini dipercaya mampu mengaktifkan rantai ekonomi ekosistem pariwisata kita. Dampak ekonomi bisa kita lihat dari nilai pembelian tiket, penyewaan sarana dan prasarana tempat konser, aktivitas produksi oleh vendor dan pelaku industri konser musik, kuliner, hingga menciptakan lapangan kerja,” kata Widiyanti.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Kementerian Pariwisata telah memberikan dukungan terhadap 105 kegiatan melalui program Event by Indonesia. Berdasarkan kajian dampak, rangkaian kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 6,47 juta pengunjung, 11.000 UMKM, serta 184.000 pekerja seni dan komunitas. Kegiatan tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran uang mencapai Rp1,09 triliun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....