Pemprov Fokus Pendinginan-Pengangkutan, Pasca Kebakaran Sampah di Kawasan Jaktim

  • 02 Agt 2026 17:25 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta melakukan pendinginan sekaligus pengangkutan sampah pascakebakaran tumpukan sampah di lahan kosong, di kawasan Penggilingan, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dikutip dari siaran pers, pada Minggu 2 Agustus 2026, upaya tersebut dilakukan untuk mencegah perambatan api dari bara yang masih tersisa di bawah timbunan sampah serta membersihkan area yang telah dinyatakan aman.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) memfokuskan penanganan pada pemadaman bara api di bawah timbunan sampah.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup mengangkut sampah di area yang tidak terdampak kebakaran dengan dukungan petugas gabungan dari sejumlah instansi.

"Laporan diterima sekitar Sabtu, pukul 07.02 WIB, dan petugas sudah tiba di lokasi pada pukul 07.11 WIB untuk melakukan pemadaman api utama," kata Marulina sebagaimana dikutip dari siaran pers yang sama.

Meski bagian permukaan timbunan telah basah, asap masih terus muncul sehingga terdapat risiko perambatan api hingga kedalaman satu sampai dua meter. Karena itu, petugas Damkar membuka titik-titik pada timbunan sampah dan mengalirkan air langsung ke bagian bawah agar bara api benar-benar padam.

"Petugas masih terus bekerja membuka lubang dan mengirimkan air ke bagian bawah timbunan agar air terserap ke titik api yang masih tersisa, sehingga tidak terjadi perambatan," ujar Marulina.

Penanganan pascakebakaran juga melibatkan Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Jakarta Timur, PPSU, Satuan Polisi Pamongpraja, dan Puskesmas Kelurahan dan Kecamatan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, termasuk TPS 3R, serta membiasakan memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah dari sumbernya.

"Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah harus menjadi gaya hidup baru masyarakat Jakarta, dimulai dari memilah, mengolah, dan memanfaatkannya dengan benar," kata Marulina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....