Kelurahan Kwitang Tukar Sampah dengan Pangan Bergizi
- 03 Sep 2026 19:37 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kelurahan Kwitang Jakarta Pusat meluncurkan program penukaran sampah organik dan anorganik dengan bahan pangan bergizi serta uang tunai.
- Program ini menjangkau 9 RW (RW 01 hingga RW 09) sebagai bagian dari strategi mengurangi timbulan sampah dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
- Penimbangan sampah dilaksanakan setiap Jumat pagi di Halaman Kantor Kelurahan Kwitang dengan koordinasi dari Lurah Ferry Zahrudin.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kelurahan Kwitang, Jakarta Pusat, meluncurkan program penukaran sampah rumah tangga dengan bahan pangan bergizi dan uang tunai. Program ini menyasar warga di RW 01 hingga RW 09 sebagai upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus mendorong ketahanan pangan masyarakat.
Program yang digagas Lurah Kwitang Ferry Zahrudin tersebut mengakomodasi penukaran sampah organik maupun anorganik. Kegiatan penimbangan sampah dilaksanakan rutin setiap Jumat pagi di Halaman Kantor Kelurahan Kwitang.
"Mekanisme pengumpulan sampahnya dilakukan secara fleksibel, warga dapat membawa langsung limbah ke kelurahan atau memanfaatkan layanan jemput bola di pos-pos RW setempat," ucap Ferry, Kamis 3 September 2026.
Menurut Ferry, program tersebut dijalankan melalui kerja sama Kelurahan Kwitang, Tim Penggerak PKK, dan mitra Corporate Social Responsibility (CSR). Kolaborasi itu menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.
"Mekanisme penukaran dibedakan berdasarkan jenis limbahnya, warga berhak menerima pembayaran tunai (cash) pada hari itu juga dengan harga berkisar Rp4.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Sedangkan sampah organik dikumpulkan, dicatat, dan diserahkan ke Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) untuk diolah menjadi produk seperti pupuk," jelasnya.
Ferry menyebutkan, pada tahap awal program penukaran masih difokuskan pada sayuran dan bahan pangan segar. Jika pelaksanaannya memberikan hasil positif, manfaat program akan dikembangkan untuk mendorong partisipasi warga lebih luas.
"Jika evaluasi ke depannya positif, kami akan mempertimbangkan mekanisme penukaran dengan sembako pokok seperti beras dan minyak goreng bagi warga dengan koleksi sampah terbanyak, agar semangat warga semakin giat," ujarnya.
Warga RW 04 Kelurahan Kwitang, Sherly, menyambut baik program tersebut karena memberikan tambahan motivasi bagi masyarakat untuk memilah sampah. Ia mengatakan pemilahan sebelumnya telah berjalan melalui pengangkutan oleh Sudin LH dan PPSU sebanyak tiga kali dalam sepekan.
"Pemilahan sampah ini sudah berjalan dengan pengangkutan oleh Sudin LH dan PPSU tiga kali seminggu, tapi dengan adanya insentif tukar tambah membuat warga lebih termotivasi lagi," tuturnya.
Sherly menilai program tersebut memiliki manfaat karena sampah dapat ditukar langsung dengan makanan bergizi. Bahan pangan yang diberikan antara lain singkong, ubi, dan sayuran.
Menurutnya, nominal hasil penukaran bukan menjadi tujuan utama warga, melainkan upaya mengurangi volume sampah yang berdampak pada kebersihan lingkungan dalam jangka panjang.
"Yang penting bagi kami adalah bagaimana pengurangan sampah, terutama sampah organik, bisa terjaga untuk masa depan. Jika ada warga yang ingin mengumpulkan botol plastik atau kardus, itu bagus, tapi fokus kami adalah mengurangi volume sampah," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....