Krisis Air Bersih Meluas di Kabupaten Bekasi, Bantuan Terus Digencarkan
- 31 Jul 2026 15:45 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- BPBD Bekasi Salurkan Air Bersih ke 23 Desa, Dampak Kekeringan Terus Meluas
- Musim Kemarau, Ribuan Warga dan Lahan Pertanian di Bekasi Dilanda Kekeringan
RRI.CO.ID, Jakarta – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Bekasi mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat ribuan kepala keluarga mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sementara ribuan hektare lahan pertanian ikut terdampak akibat minimnya curah hujan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi per 29 Juli 2026, sebanyak 12.407 kepala keluarga (KK) atau 37.972 jiwa terdampak kekeringan. Selain itu, sekitar 3.002 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan yang berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian di sejumlah wilayah.

Untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, BPBD Kabupaten Bekasi bersama pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Hingga akhir Juli, distribusi air bersih telah menjangkau 23 desa di 9 kecamatan dan dilakukan secara bergilir sejak 9 Juni 2026.
Penyaluran dilakukan menggunakan mobil tangki dengan prioritas bagi daerah yang mengalami penurunan debit sumur maupun kesulitan mendapatkan sumber air bersih. Warga memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi lainnya.
BPBD Kabupaten Bekasi juga terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi di lapangan. Apabila musim kemarau masih berlangsung dan wilayah terdampak bertambah, distribusi air bersih akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat.
Di sektor pertanian, kekeringan menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Ribuan hektare sawah yang mengalami kekurangan pasokan air berisiko mengalami penurunan hasil panen apabila kondisi cuaca tidak segera membaik. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk meminimalkan dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.
BPBD mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, menghemat pemakaian air bersih, serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila wilayahnya mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan akan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....