Melihat Sekolah Bola Gratis "Meracik Identik" di Petojo Jakarta Pusat

  • 22 Jul 2026 11:08 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Asep Supriadi, seorang pemuda berusia 28 tahun asal Jakarta Pusat, mendirikan sekolah sepak bola gratis bernama Meracik Identik sebagai bentuk tanggapan atas kegagalan Timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
  • Program Meracik Identik menyediakan pelatihan sepak bola gratis untuk anak-anak usia 6 hingga 15 tahun yang memiliki bakat tetapi terkendala masalah finansial dalam mengikuti sekolah sepak bola reguler.
  • Inisiatif ini merupakan upaya grassroots untuk mengembangkan talenta muda Indonesia di bidang sepak bola dengan menghilangkan hambatan ekonomi yang selama ini menghalangi akses anak berbakat terhadap pendidikan olahraga berkualitas.

RRI.CO.ID, Jakarta – Euforia Piala Dunia 2026 telah usai. Di balik kemeriahan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu, kegagalan Timnas Indonesia lolos ke putaran final justru menjadi pemicu lahirnya sebuah gerakan pembinaan pemain muda yang digagas Asep Supriadi.

Pria berusia 28 tahun asal Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat itu merintis sekolah sepak bola gratis bernama Meracik Identik. Program tersebut ditujukan bagi anak-anak usia 6 hingga 15 tahun yang memiliki bakat, tetapi terkendala biaya untuk mengikuti sekolah sepak bola.

Asep mengaku kecintaannya terhadap sepak bola sudah tumbuh sejak kecil. Namun, keterbatasan dan minimnya daya juang saat itu membuat impiannya menjadi pesepak bola profesional harus kandas.

"Saya ingin mencari bakat pesepak bola cilik dari akar rumput. Kalau tidak punya uang, tunjukkan daya juang. Kalau mereka punya bakat, pasti akan ada tempat untuk berkembang," ujar Asep.

Lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) bidang Advertising itu memulai riset sejak 2024 untuk membangun sekolah sepak bola yang berorientasi pada masa depan anak. Awalnya konsep tersebut dirancang sebagai sekolah komersial, namun setelah melakukan riset pasar, ia memutuskan seluruh pembinaan diberikan secara gratis.

Pendanaan program tidak berasal dari biaya peserta, melainkan melalui kerja sama dengan berbagai brand, penjualan jersey, hingga dukungan sponsor. Salah satunya adalah kolaborasi bersama Le Minerale dalam program Future Champ.

"Subsidi silang bukan dari anak-anak yang ikut sekolah bola, tetapi dari brand. Alhamdulillah sekarang sudah banyak yang tertarik berkolaborasi dan mendukung gerakan ini," katanya.

Dalam kesehariannya sebagai pekerja lepas di bidang media sosial sekaligus pengemudi ojek online, Asep kerap menemukan bibit pemain berbakat saat mengantar penumpang. Ia mengaku sering menghampiri anak-anak yang bermain bola di gang-gang permukiman untuk mengajak mereka bergabung.

"Saat dapat order ojek online dan melihat anak-anak bermain bola, saya ajak ngobrol. Banyak yang berhenti sekolah bola karena biaya atau tidak tahu bagaimana jalur menjadi pemain profesional. Dari situ saya memperkenalkan Meracik Identik," ungkapnya.

Latihan rutin digelar setiap Kamis pukul 14.00-16.00 WIB di Lapangan Borobudur, Pegangsaan, serta Sabtu pukul 11.00-13.00 WIB di Stadion VIJ Cideng. Dalam satu tahun berjalan, program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi para pesertanya.

Sebanyak 33 anak berhasil memperoleh beasiswa di berbagai sekolah sepak bola. Selain itu, 50 anak mengikuti coaching clinic bersama tim sepak bola asal Jerman, 10 anak terlibat dalam iklan Le Minerale Future Champ bersama Maarten Paes, Rizky Ridho, Beckham Putra, dan Ragnar Oratmangoen, serta tiga anak mendapat kesempatan mengikuti coaching clinic bersama legenda sepak bola dunia David Villa dan Raul Gonzalez.

Tak hanya itu, 15 anak menerima bantuan training kit dari klub sepak bola Australia dan 15 peserta perempuan mengikuti coaching clinic bersama Dove. Berbagai capaian tersebut mengantarkan Asep menjadi perwakilan Jakarta Pusat dalam ajang Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Tahun 2026.

Ke depan, Asep ingin memperluas program Meracik Identik ke berbagai daerah di Indonesia untuk menjaring talenta-talenta muda dari akar rumput. Ia juga berharap pemerintah memberikan dukungan berupa kemudahan akses lapangan, transportasi bagi peserta latihan, serta pembinaan sepak bola sejak jenjang sekolah dasar agar semakin banyak pemain potensial yang lahir untuk memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....