Transjakarta Layani 1,5 Juta Penumpang per Hari, Jangkau 92,4 Persen Warga Jakarta
- 20 Jul 2026 00:11 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Transjakarta mencapai rekor 1,5 juta penumpang harian pada pertengahan 2026, menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua dekade terakhir.
- Cakupan layanan Transjakarta telah menjangkau 92,4 persen populasi Jakarta, memberikan akses transportasi publik yang luas kepada warga.
- Pertumbuhan ini didukung oleh perluasan jaringan layanan, peningkatan kualitas pelayanan, dan pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Layanan Transjakarta terus menunjukkan pertumbuhan dalam dua dekade terakhir. Pada pertengahan 2026, jumlah pelanggan harian mencapai rekor 1,5 juta orang dengan cakupan layanan yang menjangkau 92,4 persen populasi Jakarta.
Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengatakan capaian tersebut didukung oleh perluasan jaringan layanan, peningkatan kualitas pelayanan, hingga pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi.
"Transjakarta berhasil berkembang dari layanan yang semula hanya mengangkut sekitar 40 ribu pelanggan per hari menjadi 1,5 juta pelanggan per hari. Keberhasilan ini didorong oleh perluasan akses, peningkatan mutu layanan, serta inovasi digital yang terus dilakukan," kata Djoko.
Berdasarkan data PT Transportasi Jakarta, sepanjang 2025 Transjakarta melayani 413 juta pelanggan dengan 233 rute yang didukung 5.227 armada, termasuk 2.978 unit Mikrotrans. Operasional tersebut ditunjang 245 halte BRT dan lebih dari 7.300 titik pemberhentian yang tersebar di berbagai wilayah.
Selain memperluas layanan, Transjakarta juga mencatat peningkatan kualitas operasional. Tingkat kecelakaan pada 2025 turun 40 persen dibandingkan 2022, sementara Standar Pelayanan Minimum (SPM) meningkat menjadi 96,64 persen dan indeks kepuasan pelanggan naik menjadi 4,4 dari skala lima.
Di sisi lain, Djoko menilai keberhasilan tersebut diikuti dengan meningkatnya kebutuhan anggaran. Biaya produksi Transjakarta diproyeksikan mencapai Rp5,5 triliun pada 2026, sedangkan porsi subsidi terhadap APBD DKI Jakarta diperkirakan meningkat menjadi enam persen.
"Kendati demikian, penambahan kelompok penerima tarif gratis dan komitmen elektrifikasi armada menuntut tata kelola keuangan yang adaptif agar lonjakan biaya produksi tidak memberikan tekanan fiskal yang berlebih terhadap anggaran daerah," ujarnya.
Menurut Djoko, keberhasilan pengelolaan Transjakarta kini menjadi salah satu rujukan bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem transportasi publik. Ia menilai pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa sistem angkutan massal modern dan terintegrasi dapat dibangun serta dikembangkan di dalam negeri tanpa harus selalu mengacu pada praktik di luar negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....