BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob Ancam Pesisir Jakarta hingga 16 Juli

  • 13 Jul 2026 11:11 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi banjir pesisir atau banjir rob berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Jakarta pada periode Kamis, 9 Juli 2026 hingga Kamis, 16 Juli 2026. Potensi tersebut dipicu oleh peningkatan pasang maksimum air laut yang dipengaruhi fase bulan baru atau super new moon yang bertepatan dengan kondisi perigee, yaitu saat posisi bulan berada lebih dekat dengan bumi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menjelaskan kondisi tersebut dapat meningkatkan ketinggian pasang air laut sehingga masyarakat di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan. "Masyarakat di wilayah pesisir diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir pesisir dan terus memantau informasi cuaca serta pasang air laut," ujar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Berdasarkan prakiraan, puncak pasang air laut diperkirakan terjadi setiap hari pada pukul 18.00 hingga 00.00 Waktu Indonesia Barat. Kondisi itu berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama warga yang tinggal dan bekerja di kawasan pesisir Jakarta Utara.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga Kepulauan Seribu. Warga di kawasan tersebut diminta mempersiapkan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko akibat genangan air laut.

Para nelayan juga diingatkan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas, khususnya pada sore hingga malam hari ketika pasang maksimum diperkirakan terjadi. Mereka diimbau mengamankan perahu serta barang berharga dan memantau perkembangan cuaca secara berkala sebelum melaut.

Pemerintah juga mengingatkan warga agar menghindari aktivitas di kawasan pesisir saat pasang tinggi, memastikan saluran drainase di lingkungan tetap berfungsi dengan baik, serta segera melaporkan apabila terjadi genangan atau keadaan darurat. Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112 yang dapat diakses tanpa pulsa.

Bagi warga pesisir Jakarta Utara, rob bukan sekadar fenomena alam, tetapi bagian dari tantangan hidup yang harus dihadapi bersama. Kewaspadaan, gotong royong, dan kepedulian antarwarga menjadi kekuatan utama untuk mengurangi dampak banjir pesisir. Dengan informasi yang disampaikan lebih awal, diharapkan masyarakat memiliki cukup waktu untuk melakukan langkah-langkah antisipasi demi menjaga keselamatan keluarga, mata pencaharian, dan lingkungan tempat tinggal mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....