Jakarta Fair Resmi Ditutup, Transaksi Tembus Rp8 Triliun
- 13 Jul 2026 08:39 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 mencatat transaksi sebesar Rp8,2 triliun dengan lebih dari 6 juta pengunjung, menunjukkan optimisme ekonomi Jakarta yang tetap terjaga.
- Event ini melibatkan 2.800 peserta menempati 1.800 stan, terdiri dari perusahaan nasional, internasional, dan UMKM, serta berhasil menyerap puluhan ribu tenaga kerja.
- Ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026 tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional, didukung oleh aktivitas perdagangan dan industri kreatif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno resmi menutup penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, dengan capaian transaksi yang menembus Rp8,2 triliun dan jumlah pengunjung melampaui 6 juta orang. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator kuat tetap bergairahnya aktivitas ekonomi Jakarta sekaligus mempertegas peran Jakarta Fair sebagai penggerak sektor perdagangan, UMKM, dan industri kreatif.
“Transaksi menembus lebih dari 8 triliun rupiah. Alhamdulillah. Capaian tersebut mencerminkan optimisme ekonomi Jakarta yang tetap terjaga,” kata Rano, saat menutup Jakarta Fair Kemayoran 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 12 Juli 2026.
Rano mengatakan Jakarta Fair bukan sekadar ajang pameran tahunan, melainkan menjadi miniatur Jakarta yang memperlihatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, industri kreatif, dan masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.
Rano juga mengaitkan capaian Jakarta Fair dengan kinerja ekonomi ibu kota. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jakarta tercatat tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.
“Jakarta Fair turut menjadi bagian dari optimisme tersebut melalui pertemuan antara pelaku usaha dan masyarakat. Kegiatan ini membuka peluang transaksi, memperluas akses pasar, dan mendorong produk lokal,” ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Rano, akan terus memperkuat iklim investasi, mendukung daya saing dunia usaha dan UMKM, serta mendorong pertumbuhan industri kreatif agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Jakarta Fair Hartati Murdaya mengatakan penyelenggaraan JFK 2026 juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja. Sebagai platform strategis bagi industri MICE atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition di Indonesia, Jakarta Fair berkontribusi nyata dalam memperluas lapangan kerja.
“Ajang ini berhasil menyerap puluhan ribu tenaga kerja, terhitung sejak masa persiapan hingga seluruh rangkaian pameran berlangsung,” kata Hartati.
Lebih lanjut Hartati menjelaskan bahwa JFK 2026 diikuti 2.800 peserta yang menempati 1.800 stan, terdiri atas perusahaan nasional, internasional, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah.
Pada kesempatan tersebut Hartati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, peserta, pengunjung, sponsor, media, aparat TNI dan Polri, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Jakarta Fair 2026.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan pameran dan berharap Jakarta Fair terus berkembang sebagai ajang promosi perdagangan, investasi, dan hiburan terbesar di Asia Tenggara yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....