DPRD Kenneth Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Penambahan Armada
- 11 Jul 2026 15:55 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengapresiasi peluncuran Mobil Klinik Hewan Keliling yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pada Jumat, 10 Juli 2026 kemarin.
Menurut Kenneth, program tersebut menjadi langkah nyata menuju terwujudnya Jakarta sebagai kota yang ramah hewan.
“Jakarta targetnya adalah menjadi kota ramah hewan. Dengan adanya klinik hewan yang mobile seperti ini menandakan target tersebut perlahan tercapai,” kata Kenneth melalui keterangan tertulis, Sabtu, 11 Juli 2026.
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu menilai, peluncuran Mobil Klinik Hewan Keliling merupakan bentuk realisasi salah satu janji kampanye Gubernur Pramono Anung dalam memperluas akses pelayanan kesehatan hewan bagi masyarakat.
Menurutnya, penyediaan layanan kesehatan hewan yang mudah dijangkau merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Komitmen itu diwujudkan melalui penyediaan akses pelayanan kesehatan hewan yang diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat, baik bagi pemilik hewan peliharaan maupun masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan hewan di Ibu Kota,” kata Kenneth.
“Realisasi program tersebut merupakan salah satu bentuk pemenuhan janji kampanye Pak Pramono Anung Wibowo untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif dan menjawab kebutuhan warga Jakarta,” sambungnya.
Kent menilai, layanan kesehatan hewan keliling tidak hanya memberikan kemudahan bagi pemilik hewan peliharaan dalam memperoleh pelayanan medis, tetapi juga mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia.
Meski demikian, ia berharap pengembangan layanan terus dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Saat ini, seluruh layanan pada Mobil Klinik Hewan Keliling masih dikenakan tarif sesuai Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh pengguna layanan, termasuk pemilik hewan ber-KTP non-DKI Jakarta.
Namun, Kent mendorong agar ke depan tersedia kebijakan khusus berupa layanan gratis atau bersubsidi bagi masyarakat kurang mampu maupun dalam kondisi tertentu.
“Jadi kalau memang ada kejadian khusus atau pemilik hewan mungkin kurang mampu, ke depan akan ada pertimbangan khusus. Mungkin bisa digratiskan,” katanya.
Selain itu, ia juga mengusulkan penambahan jumlah armada Mobil Klinik Hewan Keliling serta pembangunan klinik hewan permanen di setiap wilayah kota administrasi. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta baru memiliki satu Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berada di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.
“Jadi layanan Mobil Klinik Hewan Keliling ini kan baru ada lima unit yang ditempatkan di setiap kota madya. Harapan Pak Gubernur Pramono itu ada yang permanen juga. Mudah-mudahan bisa terealisasi nanti,” ujarnya.
“Dengan begitu, masyarakat Jakarta di setiap kotamadya dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan hewan yang lebih mudah, cepat, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan, peluncuran Mobil Klinik Hewan Keliling merupakan salah satu upaya pemerintah memperluas akses pelayanan kesehatan hewan sekaligus mempertahankan status Jakarta sebagai daerah bebas rabies.
“Jakarta sebagai kota yang bebas rabies tentunya harus terus kita dukung, kita pertahankan, dan kita rawat. Karena itu, keberadaan Mobil Klinik Hewan Keliling ini saya yakini menjadi modal sosial yang sangat baik bagi Jakarta untuk mempertahankan status sebagai kota bebas rabies sekaligus mendukung Jakarta sebagai kota global, kota pusat perekonomian, dan ibu kota negara,” kata Pramono.
Ia menjelaskan, setiap unit Mobil Klinik Hewan Keliling dilengkapi dokter hewan dan peralatan medis untuk memberikan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengobatan kucing, anjing, kambing, dan sapi, tindakan operasi kecil, sterilisasi, hingga pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta menargetkan sebanyak 23 ribu hewan menjalani program sterilisasi sepanjang 2026. Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah terhadap hewan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini sebaik-baiknya. Ini merupakan sebuah terobosan baru, mungkin pertama kali ada di Indonesia, dimulai dari Jakarta, karena kami ingin Jakarta menjadi kota yang ramah hewan, apa pun jenis hewannya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....