Gubernur Pramono Sebut JKF 2026 Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Jakarta
- 04 Jul 2026 16:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta resmi membuka rangkaian puncak Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026. Festival yang mengusung tema “A Creative Movement for A Sustainable Global City” tersebut menjadi ajang kolaborasi besar untuk memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono mengatakan JKF menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, OJK, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi kreatif.
“JKF menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, OJK, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi kreatif,” kata Pramono.
Menurutnya, penguatan ekonomi kreatif menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat transformasi Jakarta menuju jajaran 50 kota global pada 2030.
Pramono menjelaskan pembangunan ekonomi Jakarta kini tidak lagi hanya mengandalkan sektor perdagangan dan jasa, tetapi juga diperkuat melalui ekonomi kreatif, sektor sports and lifestyle, serta industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE).
Ia menilai ketiga sektor tersebut memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun global. “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memberikan dukungan agar seluruh potensi tersebut berkembang secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan menargetkan nilai transaksi selama penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 dapat mencapai Rp40 miliar. Target tersebut diharapkan tercapai melalui berbagai aktivitas bisnis, promosi, dan digitalisasi transaksi yang melibatkan ratusan pelaku usaha kreatif dan UMKM.
“Mengusung tema “A Creative Movement for A Sustainable Global City”, JKF 2026 menjadi ajang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha,” kata Iwan Setiawan.
Puncak JKF 2026 menghadirkan 377 tenant, terdiri atas 290 tenant UMKM sektor kuliner, fesyen, dan kriya serta 87 tenant layanan, edukasi, dan komunitas yang menampilkan beragam inovasi ekonomi kreatif.
Festival tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi berbagai program yang mengintegrasikan pengembangan ekonomi kreatif, penguatan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, ekonomi syariah, keberlanjutan lingkungan, hingga ketahanan pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....