Perkuat Ketahanan Pangan, DKI Jakarta Miliki 1.600 Lokasi Urban Farming
- 25 Jun 2026 14:30 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian perkotaan (urban farming). Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mencatat saat ini terdapat lebih dari 1.600 titik urban farming yang tersebar di berbagai wilayah ibu kota.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan lokasi pertanian perkotaan tersebut memanfaatkan berbagai ruang yang tersedia, mulai dari atap bangunan (rooftop), lingkungan sekolah, lahan tidur, gang hijau, hingga area yang dikelola kelompok tani. Demikian dikatakan Hasudungan, di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
“Lokasi-lokasi urban farming kurang lebih 1.600 titik yang terdiri dari, seperti rooftop, sekolah, lahan-lahan tidur, gang-gang hijau, dan juga beberapa kelompok-kelompok tani sebagai sumber daya pertanian perkotaan,” kata Hasudungan, di Jakarta, Rabu, 25 Juni 2026.
Selain memiliki ribuan lokasi urban farming, Dinas KPKP juga mencatat sekitar 4.000 orang menjadi bagian dari sumber daya pertanian yang aktif menjalankan kegiatan pertanian perkotaan di Jakarta.
Menurut Hasudungan, meningkatnya jumlah lokasi dan pelaku urban farming menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bercocok tanam di lingkungan perkotaan terus bertambah.
Ia menegaskan, tujuan utama program tersebut bukan semata-mata untuk menghasilkan keuntungan ekonomi melalui penjualan hasil panen, melainkan mendorong masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.
“Kami tidak berharap masyarakat bisa menjual produk-produk yang dihasilkan dari urban farming. Minimal, mereka bisa memenuhi sendiri, tidak perlu membeli,” ujarnya.
Hasudungan mengatakan pihaknya akan terus mendorong pemanfaatan ruang-ruang yang masih tersedia agar semakin banyak masyarakat terlibat dalam kegiatan urban farming.
“Langkah-langkah strategis yang kami laksanakan untuk meningkatkan urban farming, yaitu dengan meningkatkan animo masyarakat melaksanakan urban farming di tempat-tempat yang bisa dimanfaatkan,” katanya.
Pengembangan pertanian perkotaan dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan Jakarta. Upaya tersebut penting mengingat sekitar 98 persen kebutuhan pangan ibu kota masih dipasok dari luar daerah.
Selain membantu menyediakan bahan pangan yang lebih segar dan kualitasnya lebih terjamin, kegiatan bercocok tanam di kawasan perkotaan juga memberikan manfaat lingkungan, termasuk meningkatkan kualitas udara melalui penambahan ruang hijau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....