Warga Keluhkan Kabel Semrawut dan Menjuntai di Jalan Peta Barat Kalideres
- 23 Jun 2026 17:54 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Warga keluhkan kabel utilitas yang semrawut dan menjuntai di sepanjang Jalan Peta Barat da Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat. Warga menilai hal itu sangat membahayakan pengguna jalan sekaligus mengganggu arus lalu lintas.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pada Selasa, 23 Juni 2026 sore, kabel tampak menggantung rendah hingga berada tepat di depan warung milik warga sekitar.
Di kabelnya pun, tampak dipenuhi oleh tanaman benalu yang hingga menyebabkan kawasan tersebut terlihat kumuh dan tidak terawat.
Ironisnya, lokasi kabel semrawut itu hanya berjarak beberapa meter dari kawasan permukiman elit yang jaringan utilitasnya telah ditanam di bawah tanah.
Salah seorang warga sekitar, Adit (38) mengatakan, kondisi kabel itu sudah berlangsung cukup lama dan kerap menyebabkan gangguan bagi kendaraan besar yang melintas menuju Bandara Soekarno-Hatta.
"Di sini kan banyak dilewati truk-truk gede yang mau ke arah bandara. Nah itu suka pada nyangkut," kata Adit kepada wartawan di lokasi, Selasa.
Adit menyampaikan, insiden kabel tersangkut kendaraan besar itu kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
Diapun mencontohkan, pernah sekali terjadi kabel internet yang putus usai tersangkut truk, lalu menjuntai ke badan jalan hingga mengenai pengendara sepeda motor yang melintas.
“Pernah ada kabel wifi putus kena truk, terus jatuh ke jalan. Ada pengendara motor yang kena sampai jatuh,” katanya.
Meski korban tidak mengalami luka berat, Adit mengatakan bahwa pengendara tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Ia mengungkap, warga sekitar selama ini kerap berinisiatif mengevakuasi kabel yang putus atau menjuntai demi mencegah kecelakaan lebih lanjut.
“Kalau ada kabel putus biasanya warga langsung pinggirin dulu supaya enggak kena pengguna jalan,” ucapnya.
Namun demikian, ia mengaku warga tetap merasa khawatir saat memindahkan kabel karena tidak mengetahui apakah kabel tersebut memiliki aliran listrik atau tidak.
“Takut juga sebenarnya, makanya biasanya digeser pakai kayu,” katanya.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan penataan jaringan utilitas di kawasan tersebut agar lebih aman, rapi, dan tidak membahayakan masyarakat.
“Kalau bisa dirapihin supaya enggak ganggu jalan dan lebih aman buat warga maupun pengendara,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....