Sudin Pertamanan Jakpus Akui Ada Kebocoran Listrik di Taman Kramat Pulo

  • 11 Jun 2026 13:48 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta — Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat mengakui adanya kebocoran arus listrik di Taman Kramat Pulo, Kecamatan Senen. Kebocoran tersebut diketahui setelah adanya laporan seorang anak berusia enam tahun yang diduga tersengat listrik di area taman.

Kepala Seksi Taman Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat, Yanti Rosanna, mengatakan petugas langsung melakukan pemeriksaan setelah menerima informasi tersebut. Hasil pengecekan menemukan adanya arus listrik bocor pada salah satu titik di taman.

“Memang ada aliran listrik yang bocor di Taman Kramat Pulo. Itu diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan di lokasi,” kata Yanti saat dihubungi, Kamis 11 Juni 2026.

Menurut Yanti, pihaknya terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi yang beredar sebelum melakukan penelusuran teknis. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan adanya kebocoran listrik dengan tegangan relatif rendah dan saat ini telah diperbaiki.

“Kami cek dulu kebenarannya. Ternyata memang ada aliran listrik yang bocor, tetapi bukan tegangan tinggi dan sudah diperbaiki,” ujarnya.

Yanti menjelaskan kebocoran listrik tidak terasa saat menyentuh tiang secara langsung. Namun, arus listrik dapat dirasakan ketika seseorang menyentuh area bawah tiang tanpa menggunakan alas kaki.

“Kalau memegang tiangnya tidak terasa kesetrum, tetapi saat menyentuh bagian bawah tanpa alas kaki memang ada aliran yang terasa. Voltase kebocorannya sekitar 40 sampai 50 volt,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan lapangan, petugas menemukan adanya kerusakan pada area pondasi. Kondisi tersebut menyebabkan kabel listrik terbuka dan berpotensi menimbulkan kebocoran arus. “Di lokasi ditemukan adanya galian pada pondasi dan terlihat kabel listrik yang terbuka,” ungkap Yanti.

Sebelumnya, seorang bocah berinisial MWP (6) diduga menjadi korban persekusi di Taman Kramat Pulo pada Minggu 7 Juni 2026 malam. Korban sempat tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Nenek korban, Linda Reselin, mengaku mendapat informasi dari anaknya bahwa MWP mengalami kejang-kejang setelah bermain di taman tersebut. Keluarga kemudian menduga korban tersengat listrik dari salah satu fasilitas yang ada di area taman.

“Cucu saya itu datang main ke taman sekitar pukul 18.30 hingga sekitar pukul 19.30 WIB. Saya mendapat kabar dari anak saya bahwa cucu saya kejang-kejang,” kata Linda.

Linda mengaku mendatangi lokasi keesokan harinya untuk melihat rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut, ia menduga cucunya menjadi korban persekusi oleh dua remaja sebelum mengalami sengatan listrik.

“Di dalam rekaman terlihat cucu saya dipersekusi oleh dua orang yang diketahui berinisial LNG dan RVN. Cucu saya sempat diseret dan dibawa ke tiang yang ternyata ada aliran listriknya hingga menyebabkan kesetrum,” ujarnya.

Selain mengalami sengatan listrik, korban juga disebut mengalami luka di bagian kepala. Keluarga berharap kasus tersebut dapat segera dituntaskan oleh aparat penegak hukum.

“Persekusi terhadap cucu saya cukup kejam. Cucu saya juga mengalami benjol di bagian belakang kepala karena sempat dibanting,” tutur Linda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....