Pramono Dorong Biopori Jumbo Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah di Jakarta

  • 07 Jun 2026 16:41 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong pengelolaan sampah organik melalui metode Biopori Jumbo di RW 014 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi percontohan bagi wilayah lain di Ibu Kota. Menurutnya, inisiatif warga tersebut menunjukkan bahwa penanganan sampah dapat dimulai dari lingkungan terkecil.

Pramono mengapresiasi warga yang telah menjalankan pemilahan dan pengolahan sampah sejak beberapa tahun lalu, bahkan sebelum terbitnya Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

“Atas nama Pemerintah DKI Jakarta, kami mengapresiasi apa yang dilakukan RW 014 dengan enam RT yang berinisiatif mengelola sampah melalui metode biopori jumbo. Gerakan ini menunjukkan solusi lingkungan dapat dimulai dari tingkat komunitas,” kata Pramono saat meninjau langsung pengelolaan sampah berbasis Biopori Jumbo di RW 014 Pondok Kelapa, Minggu, 7 Juni 2026.

Pramono menilai model pengelolaan tersebut layak dikembangkan di wilayah lain. Selain mengurangi volume sampah yang harus diangkut, metode itu juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya.

“Kalau ini berjalan baik, ini bisa menjadi role model penanganan sampah di Jakarta. Saya sengaja ingin menunjukkan bahwa penanganan sampah oleh Pemerintah DKI Jakarta tidak dilakukan setengah hati,” ujarnya.

Menurut Pramono, persoalan sampah Jakarta harus ditangani dari hulu, terutama di tingkat rumah tangga. Sehingga pengelolaan sampah organik sejak dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi beban fasilitas pengolahan sampah di hilir.

Selain pengelolaan sampah organik, Pramono juga mengapresiasi kolaborasi warga dengan sektor swasta dalam menangani sampah anorganik dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Ia menilai kerja sama tersebut menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Saya menyambut baik kerja sama antara warga dan sektor swasta dalam pengelolaan sampah anorganik maupun sampah B3. Kolaborasi seperti ini menjadi kunci pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tuturnya.

Di tingkat kota, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat kapasitas pengelolaan sampah melalui berbagai fasilitas pengolahan. Pramono menyebut volume sampah Jakarta saat ini mencapai sekitar 9.000 ton per hari sehingga diperlukan kombinasi antara pengelolaan berbasis masyarakat dan optimalisasi fasilitas skala besar seperti TPST Bantargebang, fasilitas pengolahan di Marunda dan Sunter, serta RDF di Rorotan dan Bantargebang.

Ia menambahkan, sebagian sampah saat ini telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga sampah dan produksi refuse derived fuel (RDF), sementara pengembangan pengolahan sampah menjadi bahan bakar energi juga terus dilakukan di Bantargebang.

Sementara itu, Ketua RW 014 Pondok Kelapa, Teguh Husaini, mengatakan gerakan pemilahan sampah di wilayahnya telah berjalan sejak tiga tahun terakhir. Kehadiran Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 semakin memperkuat komitmen warga untuk mengelola sampah dari rumah masing-masing.

Menurut Teguh, RW 014 yang terdiri atas enam RT dengan sekitar 1.500 warga kini mengolah sampah organik melalui Biopori Jumbo, sedangkan sampah anorganik bernilai ekonomi seperti botol plastik dan kardus disalurkan melalui bank sampah yang bekerja sama dengan pengepul.

Saat ini warga telah merealisasikan 130 titik Biopori Jumbo dari target 150 unit. Ke depan, jumlah tersebut direncanakan bertambah hingga 200 unit guna mengakomodasi pengolahan sampah organik dari rumah tangga maupun ruang publik di lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah warga mendukung. Tidak ada kendala dari warga,” kata Teguh.

Di lingkungan RW 014 Pondok Kelapa, warga menyiapkan 150 titik Biopori Jumbo untuk melayani sekitar 300 rumah. Sampah organik rumah tangga, seperti sisa makanan dan limbah dapur, dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk diolah menjadi kompos sehingga tidak seluruhnya dibuang ke fasilitas pengolahan akhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....