Rano Karno Sebut Infrastruktur Tua Sebabkan Sinkhole di Jakarta

  • 31 Mei 2026 16:15 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan potensi terjadinya sinkhole atau amblasan tanah masih mengintai sejumlah wilayah di ibu kota. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari usia infrastruktur bawah tanah yang sudah sangat tua, terutama jaringan perpipaan air yang sebagian telah beroperasi selama puluhan hingga ratusan tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Rano saat menanggapi insiden jalan amblas yang terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa fenomena serupa bukan sesuatu yang mustahil kembali terjadi di Jakarta.

“Memang sangat mungkin di Jakarta bukan hanya di satu tempat. Karena itu, saya sangat berterima kasih kepada masyarakat dan berbagai pihak yang membantu memberikan informasi agar kita bisa mengetahui kondisi di lapangan lebih cepat,” ujar Rano Karno, di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.

Rano menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan menutupi berbagai persoalan infrastruktur yang berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat. Ia menilai keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan masalah yang muncul.

Menurutnya, partisipasi publik dibutuhkan untuk membantu pemerintah mendeteksi kerusakan infrastruktur sejak dini. Dengan demikian, langkah perbaikan dapat dilakukan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi jaringan perpipaan air bersih di Jakarta. Rano mengaku sempat terkejut ketika menerima paparan dari PAM Jaya mengenai usia pipa-pipa yang masih digunakan hingga saat ini.

“Rata-rata usia pipa air di Jakarta bisa mencapai sekitar 100 tahun. Tentu saja dengan usia seperti itu tingkat kerawanannya semakin tinggi dan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan,” katanya.

Ia menjelaskan, penuaan infrastruktur bawah tanah dapat memicu kerusakan yang tidak selalu terlihat dari permukaan. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan rongga di bawah tanah yang pada akhirnya memicu amblasnya jalan atau terbentuknya sinkhole.

Karena itu, Rano meminta masyarakat tidak menganggap kejadian seperti di Lenteng Agung sebagai peristiwa yang mustahil terulang. Ia menyebut sejumlah kota besar dunia juga pernah menghadapi persoalan serupa akibat kompleksitas infrastruktur perkotaan.

“Thailand pernah mengalami, Tokyo juga pernah mengalami. Bahkan ada kasus yang cukup ekstrem karena terjadi di area yang memiliki infrastruktur transportasi bawah tanah,” ujarnya.

Meski demikian, Pemprov DKI memastikan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap kondisi infrastruktur kota. Sosialisasi kepada masyarakat juga akan diperkuat agar laporan mengenai kerusakan jalan, retakan tanah, atau indikasi amblasan dapat segera ditindaklanjuti.

Rano menambahkan, upaya pengawasan menghadapi tantangan tersendiri karena keterbatasan jumlah personel di lapangan. Saat ini, tenaga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) pada sektor Bina Marga masih mengalami kekurangan ribuan petugas, sementara proses penambahan personel memiliki sejumlah keterbatasan.

Karena itu, ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan deteksi dini terhadap potensi kerusakan infrastruktur, sehingga risiko terjadinya sinkhole maupun amblasan jalan di Jakarta dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....