Program Parenting di Sekolah Perkuat Kolaborasi Orang Tua dan Guru

  • 22 Mei 2026 12:39 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Program parenting di sekolah dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara orang tua dan guru demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Melalui program ini, sekolah dan keluarga dapat menyelaraskan pola pengasuhan, pembentukan karakter, hingga peningkatan prestasi akademik siswa.

Konsultan pendidikan dari Komunitas Insan Karsa Mulia, Lisnani Sukaidawati mengatakan, program parenting yang efektif tidak cukup dilakukan dalam bentuk seminar satu kali, melainkan harus dirancang secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah maupun peserta didik.

“Program parenting itu idealnya menjadi agenda rutin, misalnya per semester atau setiap bulan dengan tema-tema yang relevan. Jadi tidak cukup hanya satu kali seminar, tetapi ada kesinambungan agar hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Lisnani dalam program Obrolan Komunitas di RRI, Jumat 22 Mei 2026.

Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan sekolah adalah mengidentifikasi persoalan yang dihadapi siswa, mulai dari masalah kedisiplinan, emosi, penggunaan gawai berlebihan, hingga penurunan prestasi akademik. Dari pemetaan tersebut, sekolah bersama perwakilan orang tua dapat menyusun tema parenting yang tepat sasaran.

Lisnani menjelaskan, keberhasilan program parenting juga sangat bergantung pada keterlibatan aktif orang tua. Namun, rendahnya partisipasi masih menjadi tantangan utama, terutama karena sebagian orang tua menganggap kegiatan tersebut bukan prioritas.

“Perlu komunikasi intensif antara sekolah dan orang tua. Reminder melalui grup kelas, pendekatan personal dari wali kelas, sampai dukungan komunitas orang tua sangat penting agar tingkat kehadiran meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan orang tua tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi belajar, tetapi juga membantu membentuk karakter anak secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.

“Sering kali anak terlihat baik di sekolah, tetapi menghadapi persoalan di rumah yang memengaruhi fokus belajarnya. Di sinilah pentingnya sinergi antara guru dan orang tua agar solusi yang diberikan selaras,” ucap Lisnani.

Melalui komunitas internal seperti parent support group, lanjut Lisnani, sekolah juga dapat membangun ruang diskusi antarsesama orang tua untuk saling berbagi pengalaman dalam mendampingi anak.

Ia berharap semakin banyak sekolah yang menjadikan parenting sebagai program rutin, bukan kegiatan insidental, karena hasil pendidikan keluarga baru akan terlihat dalam jangka panjang.

“Hasil parenting itu bukan untuk hari ini, tetapi bisa terlihat 10 sampai 12 tahun mendatang. Di situlah bedanya orang tua yang terus belajar dengan yang tidak,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....