Stok LPG 3 Kilogram di Johar Baru Dipastikan Aman

  • 18 Mei 2026 19:27 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat memastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi di wilayah Kecamatan Johar Baru dalam kondisi aman. Kepastian itu diperoleh setelah tim gabungan melakukan monitoring langsung ke sejumlah pangkalan dan agen LPG bersubsidi pada Senin 18 Mei 2026.

Sub Ketua Kelompok Pangan dan Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Kota Administrasi Jakarta Pusat, Puji Rahayu mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan stok LPG bersubsidi tersedia dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi atau HET yang ditetapkan pemerintah.

“Gas LPG bersubsidi merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat sehingga monitoring ini dilakukan untuk memastikan stok tersedia dan harga yang dibeli warga tetap terjangkau,” ujarnya.

Puji menjelaskan, tim gabungan terdiri dari Bagian Perekonomian Kota Administrasi Jakarta Pusat, Sudin Nakertransgi, Inspektorat, Bagian Kesra, Bagian Pemerintahan, Sudin PPKUKM, Satpol PP, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan setempat. Tim mendatangi sejumlah pangkalan dan agen LPG untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Alhamdulillah dari hasil monitoring beberapa pangkalan dan agen yang kita datangi, ketersediaan stok gas LPG 3 kilogram di Johar Baru terpantau relatif aman, tidak ada kelangkaan seperti yang selama ini diisukan, bahkan stoknya mencukupi,” kata Puji.

Ia menambahkan, harga jual LPG 3 kilogram di sejumlah lokasi juga masih sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, petugas turut melakukan pengecekan terhadap standar berat tabung dan kelengkapan alat keselamatan di lokasi penjualan.

“Standar berat tabung gas LPG 3 kilogram isi adalah 8 kilogram dan tabung kosong 5 kilogram. Kami juga melakukan pengecekan ketersediaan alat keamanan berupa APAR,” ucapnya.

Puji berharap distribusi LPG 3 kilogram bersubsidi di wilayah Johar Baru dapat terus berjalan lancar dan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima. Menurutnya, pengawasan akan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan maupun penyimpangan distribusi di lapangan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....