Dukung Kebijakan Pemilahan Sampah, Petugas di Jakbar Minta Gerobak Sampah Khusus

  • 13 Mei 2026 19:39 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Para petugas kebersihan di Jakarta Barat meminta adanya fasilitas gerobak khusus sampah terpilah guna mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mewajibkan warga memilah sampah dari rumah.

Ridho (26), petugas pengangkut sampah tingkat RW di Kelurahan Tanjung Duren Selatan, menyebut tanpa dukungan sarana pengangkut yang terpisah, upaya warga dalam memilah sampah sejak dari rumah menjadi sia-sia karena seluruh sampah kembali dicampur dalam satu gerobak saat diangkut.

“Kalau masalah gerobak sih paling ya sistemnya benar, bisa pakai gerobak dipisah. Misalnya gerobak khusus buat sampah rumah tangga atau organik sendiri, nanti gerobak untuk sampah pilah seperti plastik, botol, kardus, dan kertas juga dipisah,” ujar Ridho saat ditemui di Tanjung Duren, Rabu, 13 Mei 2026.

Ridho mengatakan, selama ini persoalan utama terjadi karena sampah organik bercampur dengan sampah daur ulang sehingga petugas harus kembali memilah sampah secara manual di tempat penampungan.

Menurutnya, jika pengangkutan sudah dipisahkan sejak awal, proses pengolahan sampah akan menjadi lebih mudah dan efisien.

“Yang paling bikin repot itu sebenarnya sampah dapur. Kalau dari awal sudah dipisah, kita juga lebih gampang memilahnya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ardi (35) seorang petugas PPSU di kawasan Grogol Petamburan. Ia berharap terdapat keselarasan antara program pemerintah dan kesiapan fasilitas di lapangan.

Menurut Ardi, pemerintah perlu menyediakan tong sampah khusus di setiap lingkungan RW agar masyarakat lebih mudah menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah.

“Harapannya kalau memang ada di warga-warga sendiri, di RW masing-masing itu disediakan gerobak atau tong sampah khusus sampah pilah. Jadi warga diedukasi mana sampah kering, sampah basah, dan sampah plastik,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta pengadaan gerobak khusus bagi petugas pengangkut sampah agar hasil pemilahan warga tidak kembali tercampur saat proses pengangkutan menuju tempat pembuangan sementara (TPS).

“Kalau memang perlu diadakan gerobak untuk pemilahan di TPS, itu akan lebih memudahkan petugas dan tukang sampah RW,” katanya.

Ardi juga berharap dilakukan penataan ulang area TPS dengan menyediakan titik-titik khusus penampungan berdasarkan jenis sampah agar proses penyortiran menjadi lebih tertata dan nyaman.

“Kalau bisa ada spot-spot penampungan sementara, misalnya sebelah sini untuk sampah organik, sebelah sini untuk botol plastik dan lainnya. Jadi milahnya sudah ada tempat sendiri dan lebih nyaman,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....