Bank Sampah Cemara di Koja Ubah Limbah Jadi Berkah
- 11 Mei 2026 08:44 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, Jakarta – Masalah sampah seringkali menjadi beban bagi lingkungan perkotaan, namun di tangan warga RW 01 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, sampah justru menjadi sumber rezeki dan solusi sosial. Melalui Bank Sampah Cemara, warga berhasil mengubah pola pikir dari "membuang" menjadi "memilah".
Dani Arwanto, Ketua Bank Sampah Cemara, menceritakan bahwa inisiatif ini mulai berjalan sejak tahun 2018. Berawal dari ajang kompetisi PKK, bank sampah ini kini telah menjadi sistem yang mapan dan bahkan meraih prestasi sebagai Juara 1 Tingkat Provinsi DKI Jakarta.
"Kami mengelola sampah organik maupun anorganik. Untuk organik, kami melihatnya bukan sebagai limbah, tapi sumber nutrisi yang diolah kembali untuk kebutuhan pakan hewan dan tanaman di lingkungan kami," ujar Dani, ketika ditemui RRI Jakarta, Minggu 10 Mai 2026.
Salah satu dampak sosial yang paling menyentuh adalah kolaborasi bank sampah dengan sektor pendidikan. Di wilayah ini, para orang tua dapat membayar biaya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menggunakan sampah yang telah dipilah. Hal ini sangat membantu meringankan beban ekonomi warga sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Kesuksesan Bank Sampah Cemara didukung oleh infrastruktur yang merata. Dari 10 RT yang ada di RW 01, masing-masing memiliki "Rumah Memilah". Di sana, kader Dasa Wisma dan PKK aktif memberikan edukasi kepada sekitar 2.000 penduduk agar memilah sampah langsung dari rumah.
"Membangun kebiasaan itu tidak mudah. Kami mulai dari kader yang memberi contoh, mengumpulkan botol bekas atau minyak jelantah setelah acara, baru kemudian mengajak warga lainnya," tambah Dani.
Warga yang menyetorkan sampah anorganik akan mendapatkan kompensasi berupa uang sesuai dengan harga pasar. Beberapa komoditas yang laku terjual antara lain:
Botol Plastik: Sekitar Rp3.000 per kilogram. Minyak Jelantah: Sekitar Rp5.000 per liter. Tutup Botol: Memiliki harga tersendiri sekitar Rp2.000 per kilogram.vKardus dan Kaleng: Juga menjadi primadona setoran warga. Target Lingkungan Bersih dan Sehat
Selain manfaat ekonomi, Dani menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik untuk mencegah bau tak sedap dan penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dalam satu hari, bank sampah ini mampu mengolah 2 kuintal hingga 500 kilogram sampah organik.
Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk gerakan Pramuka, Bank Sampah Cemara membuktikan bahwa dengan kemauan kuat dan manajemen yang baik, sampah bisa menjadi berkah yang menyejahterakan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....