Pemprov DKI Jakarta akan Evaluasi Perlintasan Sebidang Kereta Api
- 29 Apr 2026 16:01 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengevaluasi seluruh perlintasan sebidang kereta api. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan serupa yang masih mengintai di sejumlah titik perlintasan di ibu kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan, masih terdapat beberapa perlintasan sebidang di Jakarta yang belum dilengkapi penutup otomatis. Meski demikian, menurutnya sebagian titik tersebut tetap dijaga oleh petugas di lapangan.
“Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga. Tetapi, ini bagian yang harus kami evaluasi. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi kecelakaan,” ujar Rano di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Menurut Rano, Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyeluruh pemerintah daerah dalam meningkatkan keselamatan transportasi, khususnya di titik-titik persilangan antara jalur kereta api dan jalan raya yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mengurangi perlintasan sebidang. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah, menyebutkan bahwa salah satu proyek strategis yang tengah berjalan adalah pembangunan jalan layang di kawasan Jalan Latumenten, Jakarta Barat.
Proyek flyover tersebut menggunakan skema anggaran tahun jamak (multiyears) yang telah dimulai sejak akhir 2025 oleh Dinas Bina Marga dan ditargetkan rampung pada tahun ini. Pembangunan dilakukan di dua sisi jalan, dengan panjang sisi barat mencapai 440,86 meter dan lebar 11 meter, serta sisi timur sepanjang 439,23 meter dengan lebar 10 meter.
Afan menjelaskan selain Latumenten, proyek serupa juga direncanakan di kawasan Bintaro Puspita yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Jalan layang tersebut akan memiliki panjang sekitar 441 meter dengan lebar 9 meter dan difokuskan untuk mengurai kemacetan sekaligus menghilangkan perlintasan sebidang di kawasan tersebut.
“Pembangunan flyover ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menata ulang sistem perlintasan kereta api, termasuk secara bertahap menghapus perlintasan liar yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan,” ujarnya.
Upaya tersebut juga diperkuat oleh langkah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta yang telah menutup 40 titik perlintasan liar sepanjang 2025. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan di jalur kereta api.
Data KAI mencatat, sepanjang Januari hingga Desember 2025 terjadi 237 insiden tabrakan yang melibatkan kereta api, manusia, kendaraan, maupun hewan. Dari jumlah tersebut, 55 kejadian melibatkan kendaraan, 177 kejadian melibatkan orang, sementara sisanya terkait hewan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....