Wartawan Diduga Alami Kekerasan saat Liput Eksekusi Lahan di Cibubur
- 23 Apr 2026 13:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang wartawan diduga menjadi korban kekerasan saat meliput kegiatan eksekusi lahan di Jalan Mualim Aminudin, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Kamis, 23 April 2026.
Berdasarkan video yang diterima RRI Jakarta, peristiwa ini terjadi di tengah kericuhan antara petugas dan warga yang menolak jalannya eksekusi.
Korban yang bernama Miftahul Munir, wartawan Warta Kota, saat itu tengah meliput jalannya eksekusi.
Dalam video yang beredar, Munir sempat didorong oleh petugas saat situasi mulai tidak kondusif. “Kamu warga mana?” tanya petugas dengan nada tinggi.
“Wartawan bang,” jawab Munir.
Namun, meski telah menyampaikan identitasnya, Munir mengaku tetap mendapat perlakuan kasar. Ia bahkan belum sempat menunjukkan kartu identitas pers saat insiden terjadi.
“Saya udah jawab saya wartawan dan dia tetap ngotot,” kata Munir.
Sekitar pukul 10.30 WIB, proses eksekusi mulai berlangsung. Sejak awal, kata Munir, sudah terjadi penolakan dari warga yang berujung gesekan dengan petugas juru sita Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Kericuhan semakin memuncak ketika sejumlah warga mendatangi petugas yang diduga sebelumnya terlibat insiden pemukulan terhadap salah satu warga.
“Sampai akhirnya petugas berada di depan panti asuhan dan di depan panti itu ada petugas yang akan eksekusi rumah warga. Kemudian datang sekira 4 sampai 5 warga yang mencari petugas PN Jaktim juru sita yang sempat memukul salah satu warga,” jelasnya.
Di tengah situasi panas tersebut, Munir tetap merekam jalannya peristiwa. Namun, saat terjadi adu argumen antara warga dan petugas, ia ikut terdorong.
Munir mengaku telah menjawab bahwa dirinya adalah wartawan. Namun, petugas tetap memaksa meminta kartu identitas.
“Salah satu petugas PN Jaktim datang dengan ngotot-ngotot dan mendorong-dorong warga hingga akhirnya saya ikut di dorong,” ujar Munir.
“Belum sempat saya tunjukkan ID, saya sudah dipiting dari belakang oleh petugas lain yang mengenakan topi dan masker,” sambungnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan kekerasan terhadap wartawan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....