Parekraf Jakbar Perkuat Digitalisasi dan Kemandirian Pelaku Usaha
- 21 Apr 2026 17:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Barat memperkuat kapasitas digitalisasi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pelaku usaha melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek).
“Ada 150 pelaku ekonomi kreatif, para Jakpreneur pemula yang ikut dalam bimtek penguatan digitalisasi dan kemandirian ekonomi ini,” ujar Kepala Sudin Parekraf Jakarta Barat, Sherly Yuliana di sela kegiatan, Selasa, 21 April 2026.
Sherly mengatakan, sebagian besar peserta sudah memiliki usahanya masing-masing. Namun, mayoritas masih berskala industri rumahan (home industry) dan belum memaksimalkan promosi melalui platform digital.
“Mereka sudah punya bisnis, tetapi masih perlu didorong dari sisi promosi digital agar usahanya bisa berkembang,” jelasnya.
Dalam bimtek tersebut, kata Sherly, para peserta mendapatkan berbagai materi dan panduan praktis untuk meningkatkan visibilitas produk mereka di pasar digital.
“Narasumber yang dihadirkan juga memberikan tips dan strategi agar produk lebih mudah dikenal konsumen,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Ekonomi Kreatif Sudin Parekraf Jakarta Barat, Dwi Lestari, menambahkan bahwa penguatan digitalisasi difokuskan pada pemanfaatan marketplace dan media sosial sebagai sarana pemasaran.
“Peserta kami mayoritas ibu-ibu yang masih mengandalkan sistem pre order. Mereka belum maksimal memanfaatkan marketplace atau media sosial untuk promosi dan penjualan,” tutur Dwi.
Selain aspek pemasaran digital, peserta juga didorong untuk melengkapi legalitas usaha, seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Tak hanya itu, penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital juga diperkenalkan untuk mempermudah transaksi,” ungkapnya.
Untuk memastikan keberlanjutan program, Sudin Parekraf Jakarta Barat akan melakukan pendampingan pasca-bimtek melalui grup komunikasi. Setiap kelompok akan didampingi petugas yang secara berkala memantau perkembangan usaha peserta.
“Peserta diminta memperbarui data usaha mereka, termasuk akun media sosial dan marketplace. Nantinya akan kami kurasi kembali. Jika produknya potensial, bisa kami dorong ke tingkat provinsi,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....