Pemprov DKI Optimalkan Jakpreneur untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi

  • 18 Jun 2026 16:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) mengoptimalkan pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM) melalui ekosistem Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur) guna mendorong pelaku usaha naik kelas dan memperkuat ketahanan ekonomi kota.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan optimalisasi Jakpreneur diarahkan untuk mewujudkan dua transformasi utama bagi UKM Jakarta, yakni digitalisasi serta penerapan standar kualitas berkelas global.

“UKM Jakarta harus mampu naik kelas. Produk-produk UKM harus memiliki standar kualitas, kemasan, dan manajemen yang diakui secara internasional,” kata Ratu dalam siniar bertema “Optimalisasi Pembinaan UKM melalui Ekosistem Jakpreneur” yang dipantau di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menargetkan terciptanya kemandirian dan ketahanan ekonomi kota melalui pendampingan yang terukur agar pelaku UKM mampu beradaptasi dengan perubahan lanskap ekonomi global yang semakin⁷ dinamis.

Ratu meminta seluruh pembina, pendamping, dan pelaku UKM memaksimalkan berbagai fasilitas yang tersedia dalam ekosistem Jakpreneur untuk mempercepat pengembangan usaha.

Dia menegaskan UKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian Jakarta sekaligus menjadi faktor penting dalam mendukung target Jakarta masuk 20 besar kota global dunia.

Menurutnya, pembinaan UKM membutuhkan pendekatan yang lebih cepat, cerdas, dan terintegrasi. Karena itu, Jakpreneur tidak hanya diposisikan sebagai program pembinaan, melainkan sebagai sebuah ekosistem yang menghubungkan berbagai sektor melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Jakpreneur bukan sekadar program biasa, tetapi sebuah ekosistem. Ini semua terintegrasi dengan teknologi digital dengan berkolaborasi antarsektor,” ujar Ratu.

Hingga 17 Juni 2026, jumlah anggota Jakpreneur tercatat mencapai 421.688 pelaku usaha dari sekitar 1,3 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300.668 anggota telah memiliki usaha yang didominasi sektor kuliner sebesar 73,38 persen, disusul fesyen 8,94 persen, kerajinan 3,40 persen, dan sektor lainnya sebesar 14,28 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....