Tim Gabungan Bersihkan Ikan Sapu sapu di Pintu Air Setu Babakan

  • 21 Apr 2026 16:25 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Petugas gabungan kembali melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di Pintu Air Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam proses penanganan ikan invasif tersebut dilakukan sesuai rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait tata cara penguburan.

Populasi ikan sapu-sapu atau Plecostomus semakin menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah daerah. Ikan yang dikenal sebagai pembersih akuarium ini kini justru dianggap sebagai hama karena pertumbuhannya yang cepat dan dampaknya terhadap ekosistem sungai.

Dalam beberapa waktu terakhir, warga bersama petugas melakukan penangkapan massal di sejumlah aliran sungai. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan populasi ikan invasif yang dinilai mengganggu keberadaan ikan lokal.

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, sebelum ikan dikubur, seluruh ikan dipastikan dalam kondisi mati.

"Agar tidak menimbulkan kekeliruan ke depannya, kami melaksanakan proses ini sesuai saran MUI. Hari ini sudah berjalan dengan baik," ujarnya Anwar dikutip dari berita resmi Beritajakarta.id Selasa, 21 April 2026.

Anwar menjelaskan, pengendalian ikan sapu-sapu dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah dengan melibatkan sekitar 60 personel gabungan dari unsur Pemkot Jakarta Selatan, TNI, dan unsur masyarakat.

"Pada kegiatan kali ini, ditargetkan sebanyak lima ton ikan sapu-sapu kita tangkap. Pada Jumat lalu, petugas berhasil mengumpulkan sekitar 5,3 ton ikan sapu-sapu," terangnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta dalam menjaga kualitas lingkungan dan air. Keberadaan ikan sapu-sapu dinilai berdampak signifikan terhadap ekosistem perairan, khususnya terhadap populasi ikan lokal yang biasa dikonsumsi masyarakat.

"Populasi ikan lokal menurun karena telur-telurnya dimangsa oleh ikan sapu-sapu," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan penangkapan akan dilakukan secara intensif dua kali dalam sepekan dengan fokus pada wilayah hulu. Langkah ini diharapkan dapat menekan populasi ikan sapu-sapu hingga ke wilayah hilir.c

"Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas lingkungan dan air semakin baik sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan sejahtera," bebernya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Yanuar Hadi (47) mengapresiasi upaya Pemkot Jakarta Selatan dalam mengintensifkan penanganan ikan sapu-sapu.

"Kami mendukung kegiatan ini karena pengendalian ikan sapu-sapu lebih baik dibandingkan harus mengorbankan ikan lokal," tandasnya.

Pakar lingkungan menilai bahwa penangkapan saja belum cukup untuk mengatasi masalah ini. Perbaikan kualitas air sungai menjadi langkah penting agar keseimbangan ekosistem dapat kembali terjaga dan ikan lokal mampu berkembang.(Zahira Maharani – Universitas Ibnu Chaldun)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....