Rano Karno Klaim Tingkat Kemiskinan Jakarta Turun 0,11 Persen
- 21 Apr 2026 13:00 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan tingkat kemiskinan di Ibu Kota menunjukkan tren penurunan pada tahun 2025. Berdasarkan data per September 2025, angka kemiskinan tercatat sebesar 4,03 persen.
“Angka tersebut turun sebesar 0,11 persen dibandingkan periode yang sama pada September 2024. Penurunan ini dinilai sebagai sinyal positif dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat program perlindungan sosial,” kata Rano, di Jakarta, Selasa, 21 Jakarta 2026.
Rano menjelaskan, beberapa faktor utama yang mendorong penurunan tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, inflasi yang relatif stabil, serta meningkatnya aktivitas ekonomi, khususnya pada sektor padat karya.
Menurutnya, sektor padat karya memiliki kontribusi penting karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan.
Dalam upaya menjaga tren tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memprioritaskan sektor pendidikan dan perlindungan sosial. Berbagai program bantuan tetap dilanjutkan dan diperluas cakupannya untuk menjangkau kelompok masyarakat rentan.
“Program tersebut mencakup Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Pekerja Jakarta, program pangan murah bersubsidi, serta Jaminan Kesehatan Jakarta (Jamkesjak),” ujarnya.
Rano menilai, keberlanjutan program bantuan ini berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, bantuan tersebut juga membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.
“Program bantuan dan subsidi ini tidak hanya menjaga daya beli, tetapi juga memperluas akses perlindungan sosial yang lebih inklusif dan adaptif,” ujar Rano.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga mencatat adanya penurunan tingkat pengangguran terbuka. Pada Agustus 2025, tingkat pengangguran berada di angka 6,05 persen, turun 0,16 persen dibandingkan Agustus 2024.
Penurunan tersebuti turut didorong oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui berbagai kegiatan bursa kerja atau job fair yang digelar di berbagai tingkatan.
Sepanjang pelaksanaan program tersebut, tercatat sebanyak 2.894 peserta berhasil mendapatkan pekerjaan. Kegiatan job fair diselenggarakan mulai dari tingkat provinsi hingga kota/kabupaten administrasi, termasuk di satuan pendidikan serta program khusus bagi penyandang disabilitas.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai, kombinasi antara kebijakan ekonomi, program sosial, serta peningkatan akses lapangan kerja menjadi kunci dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....