APBD Triwulan Pertama, Gubernur Pramono Pastikan Perekonomian Jakarta Stabil

  • 19 Apr 2026 06:29 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Jakarta, Pramono Anung memastikan bahwa perekonomian Jakarta tetap stabil, meski berada di tengah dinamika geopolitik. Ia menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menjaga arah pembangunan agar tetap berpihak pada kesejahteraan warga.

Adapun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta ditetapkan sebesar Rp81,32 triliun. Hingga 31 Maret 2026, realisasi pendapatan daerah tercatat sebanyak Rp9,57 triliun, dan belanja daerah Rp10,38 triliun. Demikian disampaikan oleh Gubernur Pramono, dalam konferensi pers yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat 17 April 2026.

“Penerimaan pembiayaan Rp5,82 triliun (58,92 persen), serta pengeluaran pembiayaan Rp243,2 miliar (3,45 persen), dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Rp4,77 triliun,” ujar Gubernur Pramono.

Selain itu, Ia menyebut bahwa 94.798 paket pengadaan telah diselesaikan. Ia pun meminta agar penyelesaian sisa paket pengadaan dipercepat, sehingga manfaat belanja dapat segera dirasakan masyarakat.

Adapun sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 5,21 persen. Angka itu diketahui melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi Jakarta di tengah dinamika global.

“Yang menggembirakan, pada Maret 2026, indeks keyakinan konsumen mencapai 145,5. Ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jakarta,” katanya.

Selain itu, penjualan riil mengalami peningkatan sebanyak 4,92 persen (year on year) pada Februari 2026. Hal ini mencerminkan kuatnya daya beli masyarakat. Selain itu, kampanye penggunaan transportasi umum juga mendapat sambutan positif, dengan total pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai 112 juta penumpang pada triwulan pertama tahun 2026.

Adapun inflasi Jakarta tercatat 3,37 persen (year on year). Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,48 persen. Kemudian, jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan menjadi 439,12 ribu orang (4,03 persen), disertai penurunan rasio gini dari 0,441 menjadi 0,423.

“Partisipasi angkatan kerja meningkat menjadi 65,47 persen. Jumlah penduduk bekerja juga bertambah menjadi 5,18 juta orang atau naik 46,8 ribu. Ini perkembangan yang menggembirakan di awal tahun,” ucap Gubernur Pramono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....