Ini Bahaya Dominasi Invasi Ikan Sapu-Sapu di Jakarta

  • 17 Apr 2026 18:18 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyoroti bahaya ikan sapu-sapu, yang mendominasi hingga 60 persen sungai di Jakarta. Ia menyebut, ikan sapu-sapu mengandung residu, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

“Kemarin dalam rapat, saya dilaporkan oleh Kepala KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), bahwa pada ikan (sapu-sapu) ini, rata-rata kadar residunya sudah di atas 0,3,” ujar Gubernur Pramono di kawasan Jakarta Utara.

Selain itu, kehadiran ikan tersebut juga memengaruhi keseimbangan ekosistem. Mereka diketahui memiliki kebiasaan menggali dasar dan pinggir sungai.

“Kalau dibiarkan, maka dia (ikan sapu-sapu) akan merusak, karena saat membuat sarang, dia menggerogoti dinding dan sebagainya,” katanya.

Selain itu, Gubernur Pramono juga menyebut bahwa ikan sapu-sapu memakan telur ikan lain. Hal tersebut menyebabkan populasi ikan lokal sulit bertahan.

“Ikan (sapu-sapu) ini sangat-sangat invasif. Kemudian juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama yang endemik lokal, hampir semuanya tidak bisa bertahan hidup. karena telurnya dimakan,” ucap Gubernur Pramono.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di DKI Jakarta. Gubernur Pramono pun memastikan, kegiatan serupa akan dilakukan secara rutin. Bahkan Ia juga berencana menugaskan petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) secara khusus untuk menangani ikan sapu-sapu di Jakarta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....