Pemprov DKI Kaji Pemanfaatan Ikan Sapu-sapu Jadi Produk Bernilai Ekonomi

  • 21 Apr 2026 17:50 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengkaji pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai ekonomi sebagai bagian dari upaya penanganan lonjakan populasinya di perairan ibu kota. Salah satu opsi yang dikaji adalah mengolah ikan tersebut menjadi bahan seperti arang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, gagasan tersebut mengacu pada praktik yang telah dilakukan di Brasil. Di mana ikan sapu-sapu yang sebelumnya menjadi masalah lingkungan dapat diolah menjadi produk lain yang bermanfaat.

“Ada usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brasil. Bahwa ternyata ikan sapu-sapu ini di Brasil juga menjadi permasalahan, tapi ternyata dia bisa menjadi komponen lain. Itu bahkan bisa menjadi arang,” ujar Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Menurut Rano, pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi dampak ekologis dari keberadaan ikan sapu-sapu yang selama ini dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem perairan di Jakarta.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa penanganan awal yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta masih belum optimal. Proses pemusnahan ikan sapu-sapu sebelumnya menuai sorotan, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia, terkait metode yang dinilai kurang tepat.

“Jadi artinya kemarin itu kan baru pertama kali. Kita juga kaget, lho. Jumlah ikan sapu-sapu yang tertangkap sekian ton itu kaget kita,” kata Rano.

Ia menjelaskan, ke depan pemerintah akan memperbaiki prosedur penanganan, termasuk memastikan ikan dalam kondisi mati sebelum dilakukan proses lanjutan, guna menghindari persoalan teknis maupun etis.

“Tapi mungkin kemarin istilahnya penguburannya kan banyak yang belum mati segala macam. Untuk itu mungkin nanti kita benahi saja,” ujarnya.

Rano menegaskan bahwa penanganan ikan sapu-sapu akan menjadi program berkelanjutan mengingat dampaknya yang cukup signifikan terhadap lingkungan. Ia menyebut, diperlukan langkah sistematis agar masalah tersebut tidak semakin meluas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....