Pemprov DKI-UI Kembangkan Inovasi Olah Limbah Cangkang Kerang di Cilincing

  • 16 Apr 2026 19:56 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Universitas Indonesia (UI) dalam mengembangkan inovasi pengolahan limbah cangkang kerang menjadi produk bermanfaat. Langkah tersebut difokuskan untuk mengatasi persoalan penumpukan limbah di kawasan pesisir Cilincing, Jakarta Utara.

Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan bahwa kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengubah limbah menjadi material yang memiliki manfaat praktis sekaligus nilai ekonomi. Produk yang dihasilkan mencakup paving block, fasilitas sanitasi, hingga berbagai suvenir kreatif.

“Pendekatan ini menjadi solusi konkret dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di wilayah pesisir yang selama ini menjadi sorotan,” kata Suharini di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Menurutnya, inovasi berbasis riset dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Permasalahan limbah cangkang kerang sendiri telah lama menjadi isu di RW 01 Kampung Kerang, Kelurahan Kalibaru, Cilincing. Aktivitas pengolahan kerang hijau di kawasan tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah besar yang jika tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada kesehatan dan kualitas lingkungan.

Lurah Kalibaru, Sukarmin, menjelaskan bahwa pihaknya bersama warga telah melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak limbah tersebut. Kegiatan kerja bakti rutin hingga kolaborasi dengan berbagai pihak telah dijalankan secara bertahap.

“Kami rutin mengadakan aksi bersih lingkungan. Selain itu, kami juga menggandeng Pelindo dan Pertamina Lubricants untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang,” ujar Sukarmin.

Ia menambahkan, keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) turut memperkuat upaya pengelolaan limbah di wilayahnya. Dengan dukungan tersebut, penanganan limbah diharapkan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkesinambungan.

Sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha ini diharapkan menjadi model penanganan sampah berbasis inovasi yang dapat diterapkan di wilayah lain. Ke depan, limbah tidak lagi dipandang sebagai masalah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....