Cara Warga Jakarta Hadapi Musim Kemarau

  • 14 Apr 2026 15:07 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Warga Jakarta menunjukkan sejumlah upaya dalam menghadapi musim kemarau dan cuaca panas yang semakin menyengat belakangan ini. Sejumlah warga mengaku telah mengambil langkah-langkah pencegaahan guna mengantisipasi dampak musim kemarau.

Upaya tersebut antara lain dengan lebih cermat dalam menggunakan air bersih, menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan rumah tangga, serta menghindadri kebiasaan membakar sampah yang berpotennsi memperburuk kualitas udara di lingkungan.

"Kalau saya, menyikapi musim kemarau dengan cara lebih menghemat penggunaan air, menampung air hujan sebagai cadangan, serta tidak membakar sampah sembarangan," ujar Novila Sari (21), warga Antasari, Jakarta Selatan, saat ditemui RRI Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Najmah Putri (21) salah satu mahasiswa yang berdomisili di Mampang, Jakarta Selatan, yang turut mengantisipasi musim kemarau yang terjadi di Jakarta.

"Warga Jakarta mulai mengantisipasi musim kemarau dengan langkah sederhana seperti menghemat air, menyiapkan cadangan air minum, menjaga kesehatan, dan menjaga kelembapan udara di rumah," tutur Najmah.

Masyarakat Jakarta lainnya, diimbau untuk mewaspadai resiko dehidrasi dan gangguan panas berlebih terutama bagi masyarakat yang beraktivitas diluar ruangan. Konsumsi air yang cukup, penggunaan air secara bijak dan membatasi aktivitas diluar ruangan menjadi cara yang dianjurkan dalam menghadapi musim kemarau.

Sementara itu, dilansir dari antaranews.com, Selasa, 14 April 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan bahwa ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan risiko bencana menjadi fokus penanganan dalam menghadapi musim kemarau panjang dan El Nino.

"Kami fokus pada langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak kekeringan dan risiko bencana lainnya di wilayah Jakarta," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta.

Menurut dia, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait musim kemarau panjang yang disertai dengan El Nino, sehingga BPBD DKI berupaya untuk memitigasi dampak yang akan ditimbulkan.

Ia menjelaskan bahwa BPBD DKI saat ini berusaha mengkoordinasikan untuk persediaan air bersih bagi masyarakat terutama di titik rawan kekeringan.

"Selain itu kami juga terus mengedukasi publik dalam penghematan air bersih," ujarnya.

Isnawa menambahkan untuk langkah yang dilakukan BPBD dalam menyediakan air bersih yaitu dengan koordinasi antarlembaga dan memperkuat kolaborasi dengan PAM Jaya, Dinas Sumber Daya Air (SDA), BAZNAS, serta pemangku kepentingan lainnya.

(Kerin Driyana - Mahasiswa Universitas Nasional)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....