Rano Karno: Kota Tua Jadi Ikon Global Baru di Jakarta
- 09 Apr 2026 22:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta
Rano Karno menegaskan revitalisasi kawasan Kota Tua bukan sekadar penataan ulang ruang kota, melainkan langkah strategis untuk mengembalikan identitas Jakarta sebagai kota global yang berakar kuat pada sejarah dan budaya.
Menurut Rano, kawasan Kota Tua Jakarta merupakan titik awal peradaban Jakarta, sejak era Sunda Kelapa hingga berkembang menjadi Jayakarta. Karena itu, upaya revitalisasi dinilai sebagai kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan.
“Kota Tua adalah titik awal peradaban Jakarta. Revitalisasi ini bukan pilihan, melainkan keharusan untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global,” ujar Rano di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Rano menyebut dalam konsep pengembangannya, pihaknya mengusung empat pilar utama. Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai pusat edukasi (education hub), pusat ekonomi kreatif, destinasi budaya dan pariwisata, serta kawasan berbasis transportasi terintegrasi atau transit-oriented development (TOD).
Rano menjelaskan, revitalisasi tahap awal akan difokuskan pada zona inti, termasuk kawasan Museum Bahari dan Alun-alun Fatahillah. Penataan area parkir dan pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi prioritas untuk menciptakan kawasan yang tertib tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain penataan fisik, Pemprov juga membuka peluang pengembangan transportasi rendah emisi di kawasan tersebut. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pengoperasian trem yang akan terintegrasi dengan jaringan MRT, guna memperkuat konektivitas sekaligus mengurangi polusi di kawasan wisata.
Rano menekankan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan revitalisasi. Hal ini mengingat keterbatasan kepemilikan aset Pemprov DKI di kawasan Kota Tua, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor, baik pemerintah pusat, swasta, maupun komunitas.
“Dengan pendekatan tersebut, kami berharap Kota Tua tidak hanya menjadi kawasan wisata statis, tetapi berkembang menjadi ruang hidup yang produktif dan inklusif. Aktivitas ekonomi kreatif diharapkan tumbuh berdampingan dengan pelestarian nilai sejarah,” ujarnya.
Rano optimistis revitalisasi ini akan mendorong Kota Tua menjadi destinasi wisata berkelas dunia. Kawasan ini diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi lokal.
Momentum tersebut juga menjadi bagian penting dalam menyambut 500 tahun usia Jakarta pada 2027. Kota Tua diproyeksikan menjadi simbol kebanggaan baru ibu kota memadukan warisan sejarah dengan wajah modern kota global.
“Ke depan, Kota Tua harus menjadi ruang bersama yang hidup, produktif, dan membanggakan bagi seluruh warga Jakarta,” kata Rano.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....