Teknologi PHE OSES dan BKSDA Jakarta Pasang CCTV Pantau Penyu Sisik
- 09 Apr 2026 13:21 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Penyu
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Tiga Perisai, PHE OSES, dengan Karang Taruna 03 Pulau Sabira dan BKSDA Jakarta, menghadirkan pengawasan berbasis teknologi dengan pemasangan CCTV di titik-titik pendaratan penyu sisik di Pulau Sabira, Jakarta Utara guna memperkuat perlindungan dari ancaman bahaya.
Pemasangan CCTV di dua titik pendaratan menjadi inovasi penting dalam konservasi di Pulau Sabira. Fasilitas ini memungkinkan pemantauan aktivitas di area rawan secara lebih optimal, terutama pada malam hari saat penyu naik ke pantai untuk bertelur. Langkah ini dinilai krusial mengingat masih adanya praktik pengambilan telur penyu oleh oknum warga atau telur dimangsa predator lain.
Dengan adanya CCTV, pengawasan kini tidak hanya mengandalkan patroli manual, tetapi juga dukungan teknologi yang mampu merekam dan memantau aktivitas secara langsung.
Head of Communication, Relations & CID PHE OSES, Indra Darmawan, mengatakan, bahwa pemanfaatan teknologi merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam mendukung pelestarian satwa dilindungi. “Konservasi adalah tentang harapan. Kami ingin memastikan perlindungan penyu sisik juga diperkuat dengan teknologi yang mendukung partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Lurah Pulau Harapan, M. Nuralim, di Jakarta Utara, Kamis 9 April 2026, menyambut baik inisiatif tersebut. “Masih terdapat praktik pengambilan telur penyu oleh oknum yang perlu diminimalkan melalui pengawasan yang lebih optimal. Dengan adanya CCTV ini, kami harap pengawasan bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Selain pemasangan CCTV, PHE OSES juga memberikan dukungan sarana lainnya berupa rak penetasan, alat pemantau suhu dan kelembapan, gazebo, serta perlengkapan monitoring. Seluruh fasilitas ini mendukung metode penetasan semi alami yang diterapkan oleh tim konservasi lokal.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sekitar 4.000 telur penyu dari 31 kali pendaratan berhasil diamankan. Capaian ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem pengawasan, serta dukungan sarana prasarana dalam menjaga keberlangsungan konservasi di kawasan tersebut.
Agung, anggota Karang Taruna 03 Pulau Sabira, mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan sangat membantu kegiatan di lapangan. “Dengan adanya CCTV dan perlengkapan monitoring, pengawasan menjadi lebih efektif dan kami dapat menjaga telur penyu dengan lebih baik,” katanya.
Penyu sisik berstatus Terancam Punah atau Critically Endangered, menurut IUCN. Untuk itu, setiap upaya perlindungan yang konsisten menjadi hal yang sangat kritikal bagi keberlangsungan spesies ini. Melalui pendekatan yang memadukan teknologi dan partisipasi masyarakat, PHE OSES turut mendorong terciptanya sistem konservasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....