Entaskan Stunting, Pemerintah Kota Jakarta Timur Rumuskan Program Orang Tua Asuh
- 08 Apr 2026 11:30 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Program inovatif orang tua asuh untuk anak yang terindikasi atau telah dinyatakan stunting mengemuka dalam acara Pra Musyawarah Rencana Pembangunan tematik stunting, di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin, 6 April 2026. Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pemangku kepentingan dapat berkolaborasi agar penanganan stunting dilakukan dengan cepat dan terarah.
“Bisa jadi satu orang tua asuh megang dua anak stunting juga boleh, maupun inovasi-inovasi dari camat lurah untuk menggandeng stakeholder untuk bareng-bareng menangani stunting,” kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, dikutip dari siaran pers yang diterima RRI Jakarta pada Rabu, 8 April 2026.
Menurut Munjirin, pengentasan stunting tidak bisa dipandang hanya isu kesehatan. Aspek ekonomi, budaya, dan kondisi sosial lingkungan turut menyertai masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak ini.
Munjirin mengajak seluruh Unit Perangkat Daerah dan instansi Forum Koordinasi Pimpinan Kota untuk berkolaborasi menurunkan angka stunting di Jakarta Timur. Diketahui dalam acara, Wali Kota bersama peserta menandatangani komitmen bersama dalam mengentaskan stunting.
“Saya imbau kepada seluruh peserta, secara kolaboratif semuanya berbagi peran dalam menyelesaikan stunting. Mudah-mudahan terus menurun dari tahun ke tahun,” ujar Munjirin.
Data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, yang dikutip dari Kantor Berita Antara, menunjukkan ada 812 kasus stunting pada awal 2025. Kategori stunting sangat pendek tercatat 268 orang, sementara status pendek sebanyak 544 orang.
Kecamatan Cakung menjadi lokus kasus terbanyak, yaitu sebanyak 147 orang, disusul Kramat Jati (102 orang), Matraman (100 orang), Cipayung (95 orang), Ciracas (82 orang), Duren Sawit dan Jatinegara (69 orang), Pulogadung (57 orang), Pasar Rebo (53 orang) dan Makasar (38 orang).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....