Gubernur Pramono Apresiasi Peran Muhammadiyah dalam Tradisi Halalbihalal
- 04 Apr 2026 20:07 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam memperkenalkan tradisi halalbihalal. Ia menyebut, Muhammadiyah merupakan organisasi pelopor tradisi halalbihalal di Indonesia sejak tahun 1924.
Gubernur Pramono menjelaskan, Muhammadiyah memandang halalbihalal sebagai tradisi yang perlu dilestarikan, karena memiliki makna penting, yaitu silaturahmi dan saling memaafkan.
“Saya termasuk yang merasa terhormat dan bergembira, diundang halalbihalal oleh Muhammadiyah,” ujar Gubernur Pramono, usai menghadiri halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Sabtu 4 April 2026.
Ia berharap, semangat silaturahmi dalam halalbihalal dapat menjadi refleksi untuk menyelesaikan permasalahan. Selain itu, Ia juga menilai bahwa konsep halalbihalal relevan dengan pembangunan Jakarta sebagai rumah bagi seluruh golongan, agama, maupun kelompok.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar, menyebut bahwa halalbihalal memiliki nilai untuk memperkuat hubungan sosial.
“Silaturahmi ini memperkuat rahmah dan ukhuwah, baik sesama muslim maupun sesama manusia,” kata Akhmad H. Abubakar.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa istilah halalbihalal sudah ada sejak awal abad ke-20, yang berasal dari gagasan warga Muhammadiyah di Gombong pada tahun 1924. Kemudian tahun 1926, istilah tersebut digunakan dalam ajakan silaturahmi, meskipun masih sebatas gagasan internal. Akhirnya pada tahun 1948, istilah halalbihalal dipopulerkan secara nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....