Diduga Keracunan MBG, Siswa Sekolah Dipastikan Dapat Penanganan Optimal
- 04 Apr 2026 15:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Jakarta, Pramono Anung memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan penanganan kesehatan optimal kepada siswa yang diduga keracunan menu makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Pramono, saat meninjau penanganan siswa terdampak, di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu 4 April 2026.
“Saya datang secara khusus, bukan apa-apa, karena saya ingin anak-anak yang terdaftar sebagai siswa di Jakarta ini segera tertangani dengan baik. Alhamdulillah, kondisinya sekarang semuanya stabil, recovery. Mudah-mudahan 1 sampai 2 hari sudah selesai membaik,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan, sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur diduga mengalami keracunan makanan dari menu spageti, pada Kamis 2 April 2026. Korban terdampak merupakan siswa SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09, yang mendapat distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Jakarta Timur.
Mereka dirawat di RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum. Sementara beberapa korban sempat datang ke RS, namun dinyatakan tidak perlu dirawat dan diperbolehkan pulang.
Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, meminta maaf atas kejadian tersebut. Pihaknya akan bertanggungjawab atas insiden yang terjadi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” kata Nanik.
Ia memastikan, BGN akan menanggung biaya pengobatan para korban terdampak. Selain itu, pihaknya juga menghentikan operasional SPPG terkait.
“SPPG Pondok Kelapa telah kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas, karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," ucap Nanik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....