SDA Jakbar: Banjir Lumpur di Kembangan akibat Luapan Kali Angke

  • 10 Mar 2026 20:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Banjir lumpur di kawqsan Pulau Tondan, Perumahan Taman Permata Buana, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, diduga disebabkan karena meluapnya Kali Angke setelah tinggi muka air (TMA) mencapai 400 sentimeter.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Purwanti Suryandari mengatakan ketinggian air tersebut merupakan yang tertinggi di wilayah Jakarta Barat dalam beberapa waktu terakhir.

“Kemarin, Minggu (8/3), Kali Angke itu sangat tinggi. Muka airnya sampai 400 sentimeter dari titik nol pengukur. Itu yang paling tinggi sehingga air meluap,” kata Purwanti saat dikonfirmasi, Selasa, 10 Maret 2026.

Diketahui, luapan air dari Kali Angke tersebut menggenangi kawasan Perumahan Taman Permata Buana yang berada di sekitar aliran sungai.

Purwanti menjelaskan, banjir yang membawa lumpur juga dipengaruhi oleh adanya proyek pembangunan turap atau tanggul di sepanjang Kali Angke.

“Saat ini sedang proses pembangunan sheetpile atau turap supaya Kali Angke bisa lebih tertanggul,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan banjir tidak dapat langsung dilakukan saat tinggi muka air melampaui bibir tanggul.

“Kalau sudah meluap seperti itu, kami harus menunggu air kali surut terlebih dahulu sebelum mengoperasikan pompa,” kata Purwanti.

Proyek pembangunan turap di sepanjang Kali Angke tersebut merupakan proyek multi years yang ditargetkan berlangsung sejak 2025 hingga 2027.

Menurut Purwanti, pembangunan turap sepanjang lebih dari 1.000 meter diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir di wilayah sekitar.

Sebelumnya diberitakan, sisa lumpur akibat banjir masih terlihat menutupi badan jalan di kawasan Pulau Tondan, Perumahan Taman Permata Buana hingga Senin (9/3/2026) sore.

Warga bersama petugas terlihat membersihkan lumpur dari jalanan, sementara sejumlah mobil tangki air dikerahkan untuk menyemprot sisa lumpur yang menempel di permukaan jalan.

Di tepi Kali Angke, lumpur juga terlihat menumpuk menyerupai rawa di luar barisan turap yang baru dipasang.

Petugas keamanan perumahan, Supriadi mengatakan saat kejadian banjir, ketinggian air kali melampaui tanggul yang masih dalam proses pembangunan sehingga air bercampur lumpur meluber ke area perumahan.

“Kejadian banjir di sini malam Minggu. Air sungai saat itu tinggi sehingga melewati tanggul dan masuk ke kawasan perumahan,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum adanya proyek pembangunan tanggul tersebut, kawasan perumahan itu jarang mengalami banjir.

Supriadi juga menegaskan bahwa tanggul di lokasi proyek tidak jebol, melainkan air sungai yang terlalu tinggi sehingga melampaui tanggul yang belum selesai dibangun.

“Kalau jebol berarti turapnya roboh, tapi ini tidak. Airnya terlalu tinggi sehingga melewati tanggul karena tanggulnya masih dalam proses pembangunan,” katanya.

Banjir tersebut tercatat merendam dua wilayah rukun warga (RW), yakni RW 9 dan RW 11 di Perumahan Taman Permata Buana, dengan ketinggian air sekitar 50 hingga 60 sentimeter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....