Jakpro Perkuat Peran sebagai City Master Developer

  • 07 Mar 2026 04:34 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro memperkuat perannya sebagai City Master Developer guna mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global yang maju, berdaya saing, dan inklusif.

Melalui strategi pembangunan yang terintegrasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini berupaya mengorkestrasi pengembangan kota dengan menghubungkan tata ruang, mobilitas perkotaan, serta aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi.

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyeimbangkan perannya sebagai agen pembangunan sekaligus entitas bisnis yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Jakpro tidak hanya memastikan proyek dapat diselesaikan dengan baik, tetapi juga memastikan setiap proses pembangunan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan secara terukur. Karena itu, laporan keberlanjutan menjadi instrumen penting untuk memastikan akuntabilitas dan konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis,” ujar Iwan di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan, seluruh portofolio bisnis dan arah strategis Jakpro diselaraskan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif dan inklusif.

Sebagai pengelola berbagai aset penugasan dan infrastruktur strategis kota, Jakpro memiliki posisi yang unik sekaligus menantang. Di satu sisi, perusahaan mengemban tanggung jawab pembangunan publik berskala besar yang berdampak luas terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Di sisi lain, Jakpro tetap dituntut menjaga kinerja keuangan yang sehat melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Menurut Iwan, transformasi Jakpro menjadi City Master Developer merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan kota tidak berjalan secara parsial. Dengan pendekatan tersebut, Jakpro diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai elemen pembangunan perkotaan secara terpadu.

Arah transformasi ini telah dituangkan dalam peta jalan jangka panjang perusahaan. Tahap awal difokuskan pada penguatan fondasi organisasi dan tata kelola, kemudian dilanjutkan dengan aktivasi serta pengembangan kawasan terintegrasi, hingga pada tahap integrasi dan konsolidasi portofolio kawasan secara profesional dan berkelanjutan.

“Roadmap ini menjadi kerangka strategis Jakpro dalam menyeimbangkan mandat pembangunan publik dengan penguatan struktur bisnis perusahaan,” kata Iwan.

Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Syaefullah Hidayat, menilai transformasi Jakpro tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembinaan BUMD yang berorientasi jangka panjang.

“Dalam kerangka pembinaan BUMD, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menilai kinerja BUMD semata dari capaian laba tahunan. BUMD seperti Jakpro menjalankan penugasan strategis dengan karakter investasi jangka panjang. Karena itu, kinerjanya perlu dilihat secara utuh—mulai dari tata kelola, keberlanjutan usaha, pengelolaan risiko, hingga kontribusinya terhadap pembangunan kota,” ujar Syaefullah.

Ia menambahkan, transformasi Jakpro juga merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan aset dan investasi daerah agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta.

“Transformasi ini bukan sekadar perubahan model bisnis, tetapi upaya memastikan aset publik dan investasi daerah dikelola secara profesional, akuntabel, serta memberi manfaat jangka panjang bagi kota,” katanya.

Dalam pengembangan kota ke depan, Jakpro juga berkomitmen mengembangkan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) untuk meningkatkan konektivitas transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Prastowo Yustinus, mengatakan peran Jakpro harus dipahami dalam konteks visi pembangunan Jakarta secara menyeluruh.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang Jakpro sebagai instrumen strategis kebijakan pembangunan kota. Kontribusinya tidak hanya diukur dari satu proyek atau satu angka keuangan, tetapi dari bagaimana pembangunan tersebut memperkuat mobilitas, kualitas ruang kota, daya saing ekonomi, serta positioning Jakarta di tingkat global,” kata Prastowo.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota harus dilihat secara holistik, mencakup dampak ekonomi makro, sosial, lingkungan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Dalam kerangka itulah transformasi Jakpro sebagai City Master Developer menjadi relevan dan strategis bagi masa depan Jakarta,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....