Pramono Minta BUMD DKI Siap Hadapi Krisis Ekonomi

  • 02 Mar 2026 21:32 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI, khususnya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), untuk bersiap menghadapi potensi krisis ekonomi imbas konflik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat. Instruksi tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan terganggunya rantai pasok global yang dapat berdampak langsung pada harga barang dan jasa di Ibu Kota.

Pramono menegaskan pentingnya pola pikir siaga krisis di tengah ketidakpastian global. “Saya menyampaikan kepada jajaran BUMD untuk kita selalu berpikir tentang krisis. Sehingga kalau ada kekurangan, misalnya produk-produk tertentu, kita harus mempersiapkan untuk itu,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026.

Menurut dia, konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi memicu gangguan distribusi energi dan komoditas strategis dunia. Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dinilai tidak bisa mengabaikan risiko tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, harus menyiapkan langkah mitigasi sejak dini agar dampaknya tidak meluas.

Pramono menjelaskan, salah satu titik krusial dalam rantai pasok global adalah Selat Hormuz. Jalur pelayaran tersebut menjadi lintasan utama distribusi minyak dunia dan berbagai komoditas lainnya. Jika terjadi penutupan atau gangguan di kawasan itu, biaya logistik dipastikan meningkat dan berimbas pada harga barang di dalam negeri.

“Karena pertama, supply chain-nya ini kan melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain. Maka kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan untuk barang tersebut menjadi lebih mahal dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak,” kata Pramono.

Sebagai bentuk antisipasi konkret, Pemprov DKI telah mengerahkan BUMD untuk memperkuat stok dan menjaga stabilitas pasokan. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah mendatangkan impor sapi dari Australia guna menekan potensi kenaikan harga daging sapi di pasaran.

Menurut Pramono, kebijakan tersebut terbukti efektif menjaga stabilitas harga. “Ini cara kita supaya harga daging tidak mengalami kenaikan dan Alhamdulillah sampai hari ini tidak mengalami kenaikan,” ujarnya.

Ia berharap konflik di Timur Tengah tidak berlangsung lama sehingga tidak menimbulkan gejolak berkepanjangan terhadap perekonomian global. Namun sebagai kepala daerah, Pramono menegaskan bahwa kewaspadaan tetap menjadi prioritas.

Sebelumnya, ia juga memastikan Pemprov DKI akan terus memantau perkembangan situasi internasional dan menjaga stabilitas ekonomi Jakarta, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Momentum tersebut biasanya diikuti peningkatan konsumsi masyarakat sehingga stabilitas harga menjadi perhatian utama.

Pramono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga suasana kondusif di Ibu Kota. Di tengah ketidakpastian global, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar Jakarta tetap tangguh menghadapi berbagai kemungkinan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....