Prakiraan Cuaca Maritim Teluk Jakarta 25 Februari

  • 25 Feb 2026 08:48 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta, Laras Kinanthi memprakirakan cuaca perairan DKI Jakarta hingga utara Jawa Barat berawan hingga hujan ringan pada Rabu, 25 Februari 2026. Cuaca dinilai relatif aman, namun nelayan dan pengguna jasa transportasi laut tetap perlu waspada terkait perubahan cuaca.

“Selain itu, angin diprediksi bertiup dari arah barat daya hingga barat laut. Kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot (37 km/jam) di Teluk Jakarta dan perairan Kepulauan Seribu, dan 15 knot (27 km/jam) di perairan Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon” kata Laras dalam keterangan resmi yang diterima RRI Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026 pagi.

Poster prakiraan cuaca maritim Teluk Jakarta, berlaku pada Rabu, 25 Februari 2026 hingga Jumat, 27 Februari 2026. (Foto: Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta)

Tinggi gelombang laut secara umum berada dalam kategori rendah, yakni antara 0,5 hingga 1,25 meter. Gelombang rendah diprakirakan terjadi di Teluk Jakarta, Kepulauan Seribu, Bekasi-Karawang, Subang, dan Indramayu-Cirebon.

Wilayah pesisir Jakarta diprakirakan mengalami pasang maksimum dengan ketinggian mencapai satu meter. Pasang maksimum diprediksi terjadi pada pukul 05.00 WIB, sedangkan pasang minimum setinggi 0,2 meter diperkirakan terjadi pada pukul 14.00 WIB.

Laras mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob akibat pasang maksimum yang bertepatan dengan fase perigee. Fenomena ini diprediksi terjadi pada 25 Februari hingga 1 Maret 2026, dengan puncak pasang antara pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.

Poster prakiraan cuaca pelabuhan Tanjung Priok berlaku pada Rabu, 25 Februari 2026 hingga Jumat, 27 Februari 2026. (Foto: Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta)

“Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kapuk Muara, Kamal Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta transportasi di kawasan pelabuhan dan pesisir,” ujar Laras.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi laut. Langkah antisipasi diperlukan guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....