Pemprov DKI Gelar Festival Imlek Jakarta 2026

  • 13 Feb 2026 22:34 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyebut bahwa penyelenggaraan Festival Imlek Jakarta 2026 merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam merawat keberagaman dan toleransi antarumat beragama.

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri Festival Imlek Jakarta 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), bersama Wakil Gubernur (Wagub) Rano Karno, pada Jumat 13 Februari 2026.

“Semua agama yang diakui pemerintah, termasuk perayaan Imlek, dirayakan bersama di Jakarta,” ujar Pramono.

Ia menegaskan, masyarakat Tionghoa memiliki kontribusi besar dalam pembentukan budaya Betawi. Akulturasi budaya tersebut menjadi salah satu kekuatan Jakarta sebagai kota yang kaya akan keberagaman.

“Warga Tionghoa memiliki kontribusi yang luar biasa dalam adat Betawi. Akulturasi inilah yang menjadikan Jakarta sebagai kota yang penuh warna, terlihat dari tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakatnya,” katanya.

Lebih lanjut, Pramono juga mengapresiasi penampilan Simfoni Imlek Jakarta yang menghadirkan ensambel kolosal sekitar 50 alat musik Tionghoa dan melibatkan berbagai komunitas lintas budaya. Ia menyoroti keterlibatan komunitas Jawa, Betawi, dan Sunda yang membawakan lagu-lagu berbahasa Mandarin sebagai simbol nyata harmoni dalam keberagaman.

Sebagai informasi, Festival Imlek Jakarta berlangsung pada 13–17 Februari 2026 di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menampilkan 3D lantern 12 shio, harmony lantern walk, pagoda LED Cahaya Harmoni, God of Fortune Cai Sen Ye, liong dance, parade barongsai, hingga pertunjukan laser.

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan rangkaian kegiatan perayaan Imlek lainnya. Seperti lomba Dekorasi Imlek Jakarta yang diikuti sekitar 98 gedung dan berlangsung hingga 17 Februari 2026.

Rangkaian kegiatan berikutnya meliputi Festival Pecinan Jakarta yang akan digelar pada 15–17 Februari 2026 di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Harmoni Jakarta powered by Jakarta City Branding pada 15–17 Februari 2026 di Blok M Hub, serta Semarak Imlek Nasional yang dimeriahkan dengan video mapping di kawasan Monumen Nasional (Monas). Tak hanya itu, Jakarta Light Festival Chinese New Year Edition juga akan digelar pada 16–17 Februari 2026 di Kota Tua Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga menyelenggarakan Festival Kelenteng Jakarta dengan melibatkan kelenteng-kelenteng di Jakarta untuk menampilkan semarak perayaan Imlek. Puncak rangkaian kegiatan akan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 di kawasan Pecinan Glodok.

“Semua kegiatan ini berlangsung atas kerja sama semua pihak. Inilah semangat kolaborasi untuk menghadirkan perayaan Imlek yang meriah dan inklusif di Jakarta,” ucap Pramono.

Selain itu, Gubernur Pramono bersama Wagub Rano juga meninjau persiapan lomba dekorasi gedung di kawasan SCBD. Rano menjelaskan, lomba dekorasi Imlek menjadi salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan estetika kota sekaligus memperkuat nilai toleransi.

“Kita menyelenggarakan lomba dekorasi Imlek dengan melibatkan pengelola gedung. Ini bertujuan meningkatkan keindahan dan estetika kawasan pedestrian, sekaligus memperkuat harmoni dalam keberagaman melalui akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi yang tidak bisa dipisahkan,” ujar Rano.

Ia menambahkan, pemasangan dan lomba dekorasi Imlek dilaksanakan pada 19 Januari hingga 17 Februari 2026, dengan penilaian yang dilakukan pada 12 dan 17 Februari 2026. Kegiatan ini diharapkan semakin menegaskan Jakarta sebagai melting pot harmoni dan keberagaman, sebagaimana tercermin di kawasan SCBD dan berbagai titik lainnya di Ibu Kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....