Dharma Jaya Pastikan Stok Daging Aman hingga Idulfitri
- 11 Feb 2026 19:06 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan daging sapi dan ayam dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta tersebut juga menyiapkan tambahan impor sapi hidup guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat, khususnya dari sektor rumah tangga dan Horeca (Hotel, Restaurant, dan Catering/Cafe).
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menyatakan saat ini stok daging sapi mencapai 1.246 ton dan daging ayam sebanyak 435 ton. Selain itu, tersedia 1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar.
Ia menambahkan, pada akhir Februari akan datang tambahan 500–600 ekor sapi impor dari Australia. Bahkan, perseroan masih memiliki cadangan sekitar 1.000 ekor sapi yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas harga apabila dibutuhkan.
“Kami sudah menghitung proyeksi kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri. Stok yang ada dan tambahan impor ini diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta,” ujar Raditya dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Berdasarkan data, kebutuhan daging sapi di Jakarta mencapai sekitar 73.100 ton per tahun, sedangkan ayam menembus 182.230 ton per tahun. Konsumsi per kapita daging sapi berada pada kisaran 2,3–5 kilogram per orang per tahun, sementara ayam sekitar 11 kilogram per orang per tahun.
Menurut Raditya, konsumsi daging justru cenderung meningkat selama Ramadan, terutama didorong tingginya aktivitas hotel, restoran, dan kafe saat berbuka puasa. Karena itu, perencanaan stok dilakukan lebih awal untuk mencegah kekurangan pasokan.
Selain menjamin ketersediaan, Dharma Jaya juga berupaya menjaga harga tetap terjangkau. Untuk daging sapi paha belakang premium, harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp135.000 per kilogram, relatif lebih rendah dibanding harga pasar yang mendekati Rp140.000 per kilogram. Beberapa potongan lain bahkan dijual dengan harga lebih kompetitif.
“Dalam memperkuat rantai pasok, kami mengoperasikan fasilitas cold storage berkapasitas 800 ton di Cakung, Jakarta Timur. Ke depan, kapasitas penyimpanan akan ditingkatkan melalui pembangunan gudang pendingin baru berkapasitas 5.000 ton sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan jangka panjang,” ujarnya.
Melalui langkah antisipatif tersebut, Dharma Jaya menegaskan komitmennya mendukung stabilitas pasokan dan harga daging di Jakarta, sehingga kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat terpenuhi dengan aman dan terjangkau.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto menegaskan pemerintah daerah berkewajiban memastikan stok pangan strategis, termasuk daging sapi dan ayam, tetap aman selama Ramadan dan Idulfitri. Berdasarkan laporan terbaru, ketersediaan daging sapi diperkirakan mencukupi hingga akhir masa Lebaran.
“Pemprov DKI juga mencatat proyeksi kenaikan kebutuhan menjelang Idulfitri, antara lain daging ayam yang diperkirakan meningkat 10,77 persen. Meski demikian, pemerintah optimistis lonjakan tersebut dapat diantisipasi melalui koordinasi lintas dinas dan BUMD pangan,” ujarnya.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok menambahkan penguatan pasokan protein hewani tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan barang, tetapi juga mengendalikan potensi gejolak harga. Sejauh ini, harga daging sapi, ayam, dan telur relatif stabil berkat sinergi pemerintah pusat dan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....