Apresiasi Budaya Sunda di RRI “Mengenal Perkakas Sunda”
- 29 Jan 2026 11:35 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID.Jakarta - Pada Selasa, 27 Januari 2026, Program 4 RRI Jakarta kembali menghadirkan siaran apresiasi budaya Sunda yang hangat dan sarat makna. Mengusung tema “Mengenal Perkakas Sunda”, acara ini dipandu oleh host Kang Atep dan menghadirkan Teh Sri Wilarsih sebagai narasumber utama. Dalam suasana siaran yang akrab namun informatif, pendengar diajak menelusuri kembali jejak kearifan lokal masyarakat Sunda melalui berbagai perkakas tradisional yang dahulu lekat dengan kehidupan sehari-hari.
Teh Sri Wilarsih membuka perbincangan dengan menekankan bahwa perkakas Sunda bukan sekadar alat bantu kerja, melainkan bagian dari identitas budaya. Menurutnya, benda-benda seperti aseupan, hawu, lisung, hingga boboko lahir dari pemahaman mendalam orang Sunda terhadap alam dan lingkungan sekitarnya. “Perkakas itu dibuat dengan rasa, dengan perhitungan, dan dengan nilai,” ujar Teh Sri, seraya menjelaskan bahwa hampir semua alat tradisional Sunda mengandung filosofi kesederhanaan, kebersamaan, dan keharmonisan dengan alam.
Dalam dialog yang dipandu Kang Atep, Teh Sri juga mengulas fungsi sosial dari perkakas tradisional tersebut. Ia mencontohkan lisung yang tidak hanya digunakan untuk menumbuk padi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, terutama bagi para perempuan di kampung. Suara alu yang berirama, lanjutnya, dahulu menjadi penanda kehidupan desa yang dinamis sekaligus simbol gotong royong. “Dari perkakas, kita bisa membaca pola hidup dan cara berpikir orang Sunda tempo dulu,” tuturnya.
Kang Atep kemudian mengaitkan pembahasan itu dengan tantangan zaman modern, di mana banyak perkakas tradisional mulai ditinggalkan. Menanggapi hal tersebut, Teh Sri Wilarsih mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menyimpan atau memajang perkakas Sunda sebagai benda antik, tetapi memahami nilai dan cerita di baliknya. Ia menilai, pengenalan kembali perkakas tradisional kepada generasi muda dapat menjadi pintu masuk untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal di tengah arus globalisasi.
Menutup siaran, Teh Sri Wilarsih menyampaikan harapannya agar ruang-ruang siaran seperti Pro 4 RRI Jakarta terus menjadi jembatan antara tradisi dan masyarakat masa kini. Apresiasi terhadap perkakas Sunda, menurutnya, adalah bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang telah mewariskan pengetahuan hidup yang arif dan berkelanjutan. Siaran ini pun mendapat respons positif dari pendengar, sekaligus menegaskan peran media publik dalam menjaga dan merawat warisan budaya Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....