Merawat Tradisi, Seni dan Budaya di Bumi Kawali
- 21 Jan 2026 16:45 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Geliat seni tradisi di wilayah Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus menunjukkan dinamika yang menggembirakan di tengah derasnya arus modernisasi. Hal tersebut mengemuka dalam acara Apresiasi Budaya Sunda yang disiarkan oleh Pro 4 RRI Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
Program yang dipandu oleh Atep Gunawan dan Sri Wilarsih ini menghadirkan Ocay Rosadi, praktisi seni tradisi asal Kawali, sebagai narasumber yang bergabung melalui sambungan telepon.
Dalam keterangannya via by phone, Ocay Rosadi mengungkapkan bahwa Kawali memiliki kekayaan seni tradisi yang masih hidup dan dijaga oleh masyarakatnya. Berbagai kesenian seperti calung, karinding, wayang golek, hingga seni tradisi berbasis ritual dan adat masih dijalankan sebagai bagian dari kehidupan sosial warga. Menurutnya, seni di Kawali tidak sekadar dipertontonkan, melainkan menjadi sarana pewarisan nilai, sejarah, dan jati diri budaya Sunda.
Ocay menambahkan, geliat seni tradisi di Kawali saat ini juga ditopang oleh peran sanggar-sanggar seni dan komunitas budaya di tingkat desa. Regenerasi pelaku seni mulai terlihat dengan keterlibatan generasi muda yang didorong untuk mengenal dan mencintai budaya leluhurnya sejak dini. Ia menilai, proses ini menjadi fondasi penting agar seni tradisi tidak terputus oleh perubahan zaman.
Meski demikian, melalui sambungan telepon tersebut Ocay juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi para pelaku seni tradisi. Keterbatasan ruang ekspresi, minimnya dukungan ekonomi, serta pengaruh budaya populer menjadi tantangan nyata yang harus disikapi secara bijak. Ia berharap media publik seperti RRI dapat terus memberikan ruang siar bagi seni tradisi sebagai bentuk tanggung jawab budaya dan edukasi publik.
Melalui dialog budaya di Pro 4 RRI Jakarta itu, Ocay Rosadi menegaskan optimismenya terhadap masa depan seni tradisi Kawali. Ia berharap adanya sinergi antara seniman, masyarakat, pemerintah, dan media agar warisan budaya Sunda tetap hidup dan berkembang. Menurutnya, seni tradisi adalah napas kebudayaan yang tidak boleh ditinggalkan, melainkan harus terus dirawat dan diwariskan lintas generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....