Pramono: QRIS Jadi Indikator Kuatnya Aktivitas Konsumsi Masyarakat
- 21 Jan 2026 16:05 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan peningkatan transaksi QRIS menjadi indikator menguatnya aktivitas konsumsi masyarakat di Jakarta. Ia mencatat, sepanjang tahun 2025 peningkatan transaksi digital mencapai 47 persen di pasar-pasar tradisional.
“Terutama di pasar-pasar, seperti pada saat kita lombakan, digitalisasi di pasar itu meningkat 47 persen,” kata Pramono, di Balai Kota, Rabu, 21 Jakarta 2026.
Menurut Pramono, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Jakarta dengan kontribusi sebesar 63,43 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kondisi tersebut didukung oleh tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi.
“Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta pada Desember 2025 tercatat di level 145,33. Angka tersebut mencerminkan optimisme masyarakat terhadap stabilitas ekonomi Jakarta yang tetap terjaga,” ujarnya.
Selain itu, inflasi Jakarta sepanjang 2025 berada di angka 2,63 persen atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen. Pramono menilai stabilnya inflasi turut mendorong peningkatan daya beli masyarakat yang menunjukkan bahwa pemulihan dan stabilitas perekonomian kota Jakarta dengan IKK pada bulan Desember 2025 berada pada level 145,33.
"Ini menunjukkan optimisme yang tinggi. Inflasi Jakarta 2,63 (persen), berada di bawah inflasi nasional 2,92 persen," katanya.
Pemerintah Provinsi Jakarta terus mendorong digitalisasi transaksi, khususnya di pasar tradisional, untuk memperluas inklusi keuangan serta meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi. Peningkatan transaksi digital ini juga menunjukkan adaptasi pelaku usaha dan masyarakat terhadap sistem pembayaran non-tunai yang semakin luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....