Jakarta Pusat, Jantung Ekonomi Nasional yang Dinamis
- 13 Jun 2025 18:37 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Jakarta Pusat dinilai memiliki peran sentral dalam perekonomian nasional. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Jakarta Pusat, Undich Sadewo Sunu yang menyebut bahwa wilayah ini bukan hanya pusat administrasi, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Menurut Undich, Jakarta Pusat menyumbang sekitar 25% dari total PDRB DKI Jakarta, atau sekitar Rp922,86 triliun. Angka ini menjadikan Jakarta Pusat sebagai penyumbang ekonomi terbesar di antara kota/kabupaten lain di DKI Jakarta.
"Bahkan, bila dibandingkan dengan kota-kota besar lain seperti Surabaya atau Medan, posisi Jakarta Pusat masih berada di peringkat atas," ucap Undich saat wawancara Bersama Pro 1 Jakarta, Kamis (13/6/2025).
Menurutnya, kalau terjadi sesuatu pada ekonomi Jakarta Pusat, bisa berdampak pada ekonomi Jakarta secara keseluruhan, bahkan nasional. Ia menambahkan bahwa lapangan usaha yang mendominasi di Jakarta Pusat adalah perdagangan, dengan kontribusi sekitar 17,38% dari total PDRB kota tersebut.
Selain perdagangan, sektor-sektor lain yang turut menyumbang cukup besar adalah jasa perusahaan (9,91%), informasi dan komunikasi (8,2%), serta administrasi pemerintahan dan pertahanan (7,25%). Sektor lain seperti jasa akomodasi, pendidikan, dan transportasi juga mencatatkan kontribusi signifikan, sementara sektor pertanian dan industri masih tergolong sangat kecil.
"Potensi lainnya terlihat dari banyaknya fasilitas umum dan infrastruktur, termasuk 41 pasar, berbagai rumah sakit dan puskesmas, serta lebih dari 20 mal yang tersebar di wilayah ini," jelasnya.
Jakarta Pusat juga memiliki kekayaan budaya dan sejarah melalui berbagai museum seperti Museum Sumpah Pemuda, Museum Kebangkitan Nasional, dan tentu saja ikon nasional yaitu Monumen Nasional (Monas). Namun di balik potensinya, Jakarta Pusat juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama menjelang perpindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Undich mengatakan bahwa sektor-sektor seperti pemerintahan, akomodasi, dan perdagangan berisiko terdampak seiring perpindahan pusat kegiatan ke luar Jakarta.
“Kepindahan IKN tidak menghilangkan potensi, tetapi memindahkan pusat-pusat aktivitas ekonomi ke lokasi baru. Ini harus diantisipasi sejak sekarang,” ucapnya.
Ia juga menyebut bahwa sektor properti dan jasa keuangan kemungkinan ikut terdampak karena berkurangnya aktivitas pemerintahan. Sebagai langkah antisipatif, BPS Jakarta Pusat saat ini tengah melakukan pendataan ulang terhadap pusat-pusat bisnis dan mal, guna mendukung Sensus Ekonomi Nasional 2026.
"Pendataan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai perubahan pola ekonomi serta menyusun strategi adaptasi ke depan," tambahnya.
Kepala BPS Jakarta Pusat, Undich Sadewo Susanto, mengungkapkan bahwa posisi strategis Jakarta Pusat sebagai pusat administrasi nasional masih memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi. “Jakarta adalah pusat Indonesia, dan pusat dari Jakarta itu sendiri adalah Jakarta Pusat. Inilah yang kami sebut sebagai Core of the Core,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....