Jamsos Institute Apresiasi Tiga Layanan Kesehatan Baru di Jakarta
- 15 Mei 2025 12:21 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Jaminan Sosial Institute atau Jamsos Institute mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam meluncurkan tiga layanan kesehatan inovatif di Ibu Kota. Program tersebut terdiri dari Pasukan Putih, JakCare, dan JakAmbulans.
Direktur Eksekutif Jamsos Institute, Andy William Sinaga menyebut langkah ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak kesehatan warga. “Ini sejarah baru dalam reformasi jaminan kesehatan nasional, dan harus diapresiasi,” ujar Andy di Jakarta, Kamis 15 Mei 2025.
Tiga layanan yang diresmikan Pramono Anung tersebut, menurut Andy, menunjukkan terobosan luar biasa. “Ada layanan door to door, konseling kesehatan 24 jam, dan ambulans lengkap dengan psikolog klinis,” ucapnya.
Program ini dijalankan secara gratis melalui pembiayaan dari APBD DKI Jakarta. Andy menekankan pentingnya pemerintah daerah lain meniru langkah ini, demi pemenuhan hak jaminan sosial di kota-kota besar lain.
“Kami berharap Semarang, Surabaya, Makassar, Medan, Palembang dan kota besar lain mencontoh kebijakan ini,” ujar Andy.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan ketiga layanan ini merupakan komitmen 100 hari kerja bersama Wakil Gubernur Rano Karno. “Pasukan Putih untuk mendatangi warga yang sakit, JakCare untuk konseling 24 jam, dan JakAmbulans siap evakuasi darurat,” kata Pramono.
Pramono menjelaskan bahwa Pasukan Putih tak hanya menyasar lansia, tetapi juga anak muda di atas 18 tahun yang mengalami gangguan kesehatan. Sedangkan JakCare, kata dia, bisa diakses melalui aplikasi JAKI.
“JakAmbulans memiliki 86 unit mobil canggih dan 17 motor cepat tanggap untuk evakuasi,” ujar Pramono.
Jamsos Institute mengingatkan warga Jakarta tetap membayar iuran BPJS untuk menjamin hak rawat inap di rumah sakit. “Kewajiban membayar iuran tetap penting agar tidak kehilangan akses layanan rujukan,” ujar Andy.
Terakhir, Andy berharap Presiden Prabowo Subianto mendorong seluruh kepala daerah mencapai cakupan kesehatan semesta. “Dengan begitu, tidak ada lagi gizi buruk pada ibu hamil dan penyebaran penyakit kronis bisa ditekan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....